kirab-pusaka-1-sura-di-pura-mangkunegaran_20170921_124421

Memperingati   Tahun Baru Islam 1 Muhamram 1439 Hijriah atau yang dikenal dengan malam 1 sura (kalender Jawa), Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah menggelar kirab pusaka malam, Rabu, 20 September 2017.  Sejumlah pejabat pemerintahan  ikut dalam ritual rutin tahunan ini seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi PudjiastutiGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Para pejabat pemerintahan  tersebut harus rela melepaskan alas kaki selama kirab berlangsung.

Jalannya kirab pusaka malam berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Solo, tumpah ruah di dalam dan luar Pura Mangkunegaran, termasuk wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Prosesi kirab diawali dengan dikeluarkannya tujuh pusaka milik Puro Mangkunegaran di Pendapi Ageng. Lima pusaka dipilih oleh Puro Mangkunegaran untuk kirab kali ini.  Selain itu, dalam kirab ini juga diikutsertakan tujuh Kebo Bule (kerbau) atau biasa disebut dengan Kebo Kiai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di antara tujuh kerbau, dua ekor merupakan kerbau jantan, sisanya merupakan kerbau betina.

Hal yang unik sekaligus menarik adalah masyarakat Solo menanti-nantikan acara ini untuk menyentuh dan berebut mengambil kotorannya yang dipercaya dapat membawa berkah.

Mendagri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo mengatakan acara Kirab Pusaka Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran merupakan sebuah warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

Dirinya pun mengatakan, kirab tersebut semoga bisa menjadi event wisata tahunan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun dunia untuk datang berkunjung.

“Solo sudah siap dalam menyikapi pertumbuhan wisata. Bisa dilihat dari banyaknya event di sini. Saya prediksi 5 tahun ke depan sepertinya sudah siap sebagai kota heritage yg sangat bagus, salah satunya didukung dengan keberadaan Pura Mangkunegaran serta Keraton Kasunanan Surakarta,” terangnya usai mengikuti Kirab Pusaka malam

Menurut Tjahjo, pemerintah telah mendukung pelestarian budaya Indonesia, terlebih untuk wisata.

“Tak bisa dipungkiri devisa banyak dari wisatawan, kerajinan, kuliner dan lainnya. Dan karakteristik Solo ini lebih modern namun masih melekatkan adat istiadat tradisi budaya,” katanya.

Sementara, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menuturkan, Kirab Pusaka yang baru saja diikutinya merupakan sebuah kearifan lokal yang harus dijaga.

“Pokoknya ini untuk kearifan lokal dan keberlangsungan budaya. Kebersamaan di sini sangat baik,” jelasnya.

Menurutnya, Solo bisa menjadi pionir kota di Indonesia yang dapat melestarikan budaya secara nyata.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *