Kominfo Lanjutkan Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Lombok
Jaringan telekomunikasi menjadi salah satu yang dibutuhkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat Lombok, pasca Lombok Utara diguncang gempa berkekuatan 7 SR pada Minggu malam, 5 Agustus 2018. Seperti diketahui saat gempa terjadi, akses telekomunikasi di area yang terdampak gempa sulit diperoleh.
Hingga Senin sore, 6 Agustus 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memulihkan 329 menara telekomunikasi (BTS) dari 945 BTS yang terganggu akibat gempa. Sisanya akan diupayakan untuk kembali diaktifkan pada hari ini, Selasa, 7 Agustus 2018.
Plt Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kominfo Noor Iza mengatakan kembali aktifnya BTS pada Senin kemarin dikarena sudah ada pasokan listrik. “Hal itu terjadi juga seiring dengan aktifnya kembali jaringan listrik PLN di kawasan kota,” kata Noor Iza, Selasa, 7 Agustus 2018.
Noor Iza menjelaskan daerah yang terisolasi masih sulit diaktifkan jaringan telekomunikasinya, karena ketiadaan pasokan listrik. Untuk saat ini, pasokan listrik di daerah yang terisolasi tersebut hanya didapat melalui pengoperasian genset. Selain itu, pemakaian genset juga diutamakan untuk daerah vital dan simpul yang bisa menjangkau jaringan daerah lain.
Untuk itu, lanjut Noor Iza, operator telekomunikasi juga mengupayakan penambahan genset dari luar Lombok untuk ditempatkan di lokasi prioritas di posko pengungsian dan layanan kesehatan.
“Kominfo dan tim operator terus bekerja di lapangan, semakin cepat terpulihkan semakin baik,” kata dia.
Selain BTS, Kominfo melalui
Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (Bakti) juga menyediakan VSAT untuk memberikan layanan internet ke sejumlah posko di NTB. Jaringan telekomunikasi alternatif itu guna mendukung penanganan bencana di wilayah tersebut.
“Bakti sudah memasang VSAT untuk di Posko Kantor Bupati Lombok Utara yang ditargetkan sudah bisa digunakan untuk mendukung penanganan bencana,” kata Noor Iza.
Noor Iza mengatakan, VSAT (stasiun penerima sinyal dari satelit) juga ditempatkan di Posko Desa Pemenang, Dusun Mentareng, Media Center Kantor Gubernur dan Posko RSUD Mataram. VSAT tersebut sedang dalam proses mobilisasi dan persiapan pemasangan.
Sementara itu, dia mengatakan bahwa ‘repeater’ RAPI (Radio Antar-Penduduk Indonesia) dan Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dilaporkan telah berfungsi dan dapat mendukung komunikasi penanganan bencana oleh petugas di lapangan. Repeater itu ditempatkan di Bali Timur, Karangasem (Bali), Tembenuh (Lombok Timur), dan Bayan serta akan mengoneksikan jaringan radio di Bali dan Lombok.