Culinary TourismTourism

Kulit ubi menjadi makanan khas Sunda

kadedemes

Masakan atau Asakan khas Sunda zaman dulu ternyata memiliki rasa pedas yang dominan. Sebab hampir di setiap masakan sayur maupun daging olahan, para orang tua zaman dulu selalu menggunakan cabai sebagai bumbu. Kalau pun tidak memakai bumbu pedas, pastilah ada sambal yang dihidangkan bersama lalaban segar. Dalam khazanah kuliner Parahyangan sendiri, sambal bisa mencapai puluhan jenis. Sambal dadakan di antaranya sambal combrang, sambal tarasi, sambal cibiuk, sambal bajak, sambal kacang, dan sambal hejo. Banyak juga asakan Sunda jaman dulu yang memakai cabai sebagai bumbu. Seperti sambal goreng ati kentang, sambal goreng kentang mustofa, ase cabe hejo, rendang jengkol, oblo-oblo tempe peuteuy cabe hejo, kadedemes atau oseng kulit sampeu, dan lainnya.

Ciri khas lain asakan Sunda yaitu kreatif memanfaatkan bahan dasar yang bagi kebanyakan orang dianggap tidak bermanfaat. Misalnya tumis genjer yang bahan dasarnya diambil dari tanaman gulma di sela tanaman padi, sayur kadedemes atau kulit singkong yang seringkali dianggap beracun, goreng impun garing yang terbuat dari ikan-ikan kecil yang hidup liar di sungai, atau tutut, hama keong yang hidup di sawah. Tentunya sudah tak asing lagi bagi anda mengenai jenis tanaman singkong. Semua bagian-bagian dari tanaman singkong ini dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari batang, daun, dan umbi singkongnya.

Umbi singkongnya pun tidak hanya umbinya saja yang dapat dimanfaatkan sebagai kuliner yang biasa direbus atau digoreng. Tapi jangan salah kalau kulitnya pun dapat dimanfaatkan sebagai kuliner yang tak kalah uenakkk. Kulit singkong ini biasa disepelekan oleh kebanyakan orang. Biasa dianggap sampai yang tidak ada manfaatnya, namun hal tersebut tidak di pandag begitu oleh beberapa orang. Kulit singkong mengandung banyak karbohidrat. Jadi tidak hanya bisa dikonsumsi oleh hewan ternak saja, tapi manusia pun dapat mengkonsumsinya. Untuk di Sunda sendiri ada nih masakan yang memanfaatkan kulit dari ubi ini sendiri dan disebut dengan Kadedemes. Singkong yang digunakan untuk memasak kadedemes adalah jenis ketela pohon atau ubi kayu. sayur kadedemes atau kulit singkong sering kali tidak diketahui orang dan dibuang begitu saja. Kadedemes yang dimanfaatkan ini adalah bagian dalam singkong yang berwarna merah muda atau putih, bukan kulit singkong bagian terluar yang bercampur tanah. Untuk rasanya sudah pasti akan terasa pedas khas Sunda yaitu dengan rasa manisyang tidak akan bikin enek, malah akan membuat anda malah makin ketagihan.

Untuk memilih singkongnya kalau anda ingin membuatnya di rumah adalah ciri-ciri singkong yang beracun adalah kulit luarnya berwarna putih tipis, warna daunnya hijau sangat tua ( jika masih dalam pohon ) dan kadar airnya tinggi : Jika ingin singkongnya merekah, pilih singkong gunung ( singkong yang ditanam di gunung ). Sebaiknya gunakan singkong yang masih baru, dengan usia tanam 6 – 8 bulan. Tandanya adalah kulitnya mudah dikuliti atau mudah dilepaskan dari singkongnya. Biasanya warna kulit singkong yang baik adalah coklat, coklat kemerahan atau merah maron. Jika dipotong masih basah dan sangat mudah retak atau dipatahkan. Jika anda memilih singkong pada suatu tumpukan dan anda menemukan singkong yang tidak baik, maka hindarkan memilih singkong pada tumpukan yang sama karena biasanya satu tumpukan singkong sifatnya sama. Satu bantat yang lain juga bantat. Hindari singkong yang sudah berwarna biru, berkayu pada pangkalnya. Cari singkong yang mulus, tak terluka kulitnya. Singkong yang mulus, isinya pun mulus. Selamat mencoba. (arf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close