Kunjungan Wisman Pada Januari 2024 Capai 927,75 Ribu Orang
Pada bulan Januari 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 927,75 ribu kunjungan, namun mengalami penurunan sebesar 18,94 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 16,19 persen.
Menurut data terbaru, penurunan ini terjadi setelah adanya peningkatan jumlah wisman pada bulan Desember 2023.
“Kami melihat adanya fluktuasi yang cukup dinamis dalam tren kunjungan wisman, dengan peningkatan yang signifikan di bulan sebelumnya,” demikian keterangan tertulis dari BPS.
Meskipun angka kunjungan masih di bawah kondisi sebelum pandemi COVID-19, dengan jumlah kunjungan pada Januari 2020 mencapai 1,29 juta kunjungan, namun ada harapan bahwa industri pariwisata akan pulih secara bertahap.
Berdasarkan jenis pintu masuk, mayoritas kunjungan wisman pada Januari 2024 melalui pintu masuk utama, dengan jumlah mencapai 760,04 ribu kunjungan. Sektor udara mendominasi, menyumbang 83,15 persen dari total kunjungan, sementara moda laut dan darat masing-masing hanya sebesar 14,03 persen dan 2,82 persen.
“Kami terus berupaya untuk memperluas akses wisman melalui berbagai pintu masuk dan meningkatkan pengalaman pariwisata mereka di Indonesia,” tulisnya.
Kunjungan Wisman Melalui Pintu Masuk
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara pada Januari2024 mencapai 631,96 ribu kunjungan, naik 30,44 persen dibandingkan dengan Januari 2023 (year-on-year), dan mengalami penurunan 13,58 persen dibandingkan dengan Desember 2023 (month-to-month). Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara dengan kunjungan wisman terbanyak. Keduanya berkontribusi 90,66 persen atau mencapai 572,92 ribu kunjungan.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan laut pada Januari 2024 tercatat 106,61 ribu kunjungan, turun sebesar 15,74 persen dibandingkan Januari 2023 (y-on-y), dan turun 46,92 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to-m). Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan laut dengan kunjungan wisman terbanyak. Keduanya berkontribusi 83,74 persen atau mencapai 89,28 ribu kunjungan.
Selanjutnya, kunjungan wisman yang berkunjung melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan darat pada Januari 2024 mencapai 21,47 ribu kunjungan, naik 155,12 persen dibandingkan Januari 2023 (year-on-year), dan mengalami penurunan 36,14 persen dibandingkan Desember 2023 (month-to-month). Pintu masuk Atambua (Nusa Tenggara Timur), Jayapura (Papua), dan Entikong (Kalimantan Barat) tercatat sebagai pintu masuk utama moda angkutan darat dengan kunjungan wisman terbanyak. Ketiganya berkontribusi 88,73 persen atau mencapai 19,05 ribu kunjungan.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk perbatasan pada Januari 2024 mencapai 167,71 ribu kunjungan, mengalami penurunan 6,33 persen dibandingkan Januari 2023 (year-onyear), dan turun 6,20 persen dibandingkan dengan Desember 2023 (month-to-month). Pintu masuk perbatasan laut tercatat sebagai pintu masuk perbatasan dengan kunjungan wisman terbanyak dengan kontribusi 54,54 persen atau mencapai 91,46 ribu kunjungan.
Meskipun tantangan terus ada, dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku industri pariwisata, Indonesia tetap menjadi tujuan favorit bagi wisatawan mancanegara. Diharapkan, tren positif ini akan terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi dan industri pariwisata Indonesia.
