Sports

Medali Emas Olimpiade 2016, Kado Hari Kemerdekaan RI

Kepastian Tontowi Ahmad/Liliyana Nastir merebut tiket ke final ganda campuran bulutangkis Olimpiade 2016 membuat Liliyana memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan di partai puncak Olimpiade 2008.

Kala itu, pebulutangkis yang akrab dipanggil Butet tersebut berusia 22 tahun dan berpasangan dengan Nova Widianto. Keduanya kalah di partai pamungkas dari ganda campuran Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo-jung, dua game langsung 21-12 21-17.

Kekalahan Nova/Lilyana itu mengejutkan karena saat itu pasangan Indonesia menempati unggulan pertama, sementara Lee/Lee berstatuskan non-unggulan. Padahal Nova/Liliyana mendapatkan dorongan moral setelah menang dramatis 15-21 21-11 23-21 di semifinal atas pasangan China, Hanbin/Yu Yang.

Untuk menuntaskan rasa penasarannya tersebut, Tontowi/Liliyana akan mendapatkan hadangan dari pasangan Malaysia, Goh Liu Ying/Chan Peng Song di partai final yang berlangsung pada 17 Agustus 2016 mendatang mulai pukul 22.30 WIB.

Uniknya, ini adalah kali kedua Liliyana menjalani final Olimpiade di tanggal tersebut. Final Olimpiade 2008 juga memang bertepatan dengan hariKemerdekaan Indonesia.

Tontowi/Liliyana melaju ke final setelah mengalahkan ganda nomor satu dunia asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei pada babak semifinal, lewat dua game langsung 21-16 21-15, pada Selasa (15/8).

Tontowi/Liliyana adalah satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di bulutangkis Olimpiade setelah Tommy Sugiarto, Lindaweni Fanetri, dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tersingkir.

Sebelumnya, ganda putra M. Ahsan/Hendra Setiawan malah gagal melaju dari fase grup, sementara Praveen Jordan/Debby Susanto disingkirkan Tontowi/Liliyana di babak perempatfinal.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close