Melalui Munas ke-VII, Dedy Rochimat Terpilih Sebagai Ketua Umum Asmindo Periode 2022-2027

0
WhatsApp Image 2022-08-25 at 22.34.18

CEO & Founder VIVERE Group Dedy Rochimat terpilih secara aklamasi  sebagai Ketua Umum DPP Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) periode 2022 – 2027 melalui Munas ke VII di Jogja Expo Center, Yogyakarta pada Selasa (23/08/2022). Munas  digelar di tengah-tengah penyelenggaraan pameran Jiffina 2022, yang sempat terhenti selama 1 tahun dampak Covid-19. 

19 Komda dari seluruh Indonesia yang hadir di Munas, menyetujui Dedy Rochimat menahkodai Asmindo untuk lima tahun kedepan. 

Dalam pidatonya setelah terpilih sebagai Ketua Umum Asmindo, Dedy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Komda  yang telah memberikan  kepercayaan ini. Dedy berkomitmen membantu pemerintah membangkitkan perekonomian nasional melalui akselerasi pemulihan  pasar sektor furniture dan kerajinan.

Dedy  juga menyatakan kesiapannya untuk menjaga keseimbangan pasar ekspor dan domestik agar ada perubahan orientasi pasar untuk produk furniture dan kerajinan.

“Pasar domestik sangat potensial, ada sekitar 270 juta penduduk Indonesia ini potensi pasar yang sangat besar, jangan sampai peluang ini di garap oleh negara kompetitor lain,” kata Dedy.  

Ketua panitia Munas ke-VII Asmindo Endro Wardoyo menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan Munas yang  berjalan sukses dan melahirkan seorang Ketua Umum yang mampu memajukan ASMINDO. 

“Memperkuat fungsi organisasi Asmindo di masa depan, Ketum terpilih diharapkan akan menjalankan pokok-pokok hasil munas VII,” ujar Endro.

Endro menambahkan Asmindo lahir dan berkiprah untuk memajukan industri permebelan dan kerajinan di Indonesia. Asmindo kini menjadi salah satu asosiasi pelaku ekonomi nasional di sektor permebelan dan kerajinan. 

“Asmindo juga menjadi organisasi yang potensial mampu memberikan peran dan kontribusi menegakkan tonggak perekonomian nasional yang sehat dalam mewujudkan pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional,” terangnya.

Kedepan Asmindo akan memaksimalkan pasar mebel dalam negeri, tanpa harus mengesampingkan peluang pasar ekspor. Mengoptimalkan pasar  mebel  di negeri sendiri dapat  menjawab tantangan yang dihadapi Asmindo, antara lain soal bahan baku,  inovasi desain produk, SDM dan teknologi.

Selama ini, Asmindo terlalu menitikberatkan pada pasar ekspor dan pasar dalam negeri kurang diperhatikan. Akibatnya tanpa disadari produk impor masuk menguasai pasar dalam negeri.

Pasar di negeri sendiri tergolong besar, apalagi dengan berkembangnya pembangunan seperti hotel, perkantoran yang membutuhkan banyak mebel. Langkah untuk menggarap pasar dalam negeri sejalan dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka munas.

Dalam arahannya, Menteri Teten mengajak para pelaku industri furnitur agar mengoptimalkan potensi pasar dalam negeri yang semakin besar peluangnya saat ini. 

“Di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian saat ini, pasar ekspor akan mengalami gangguan dan industri furniture dan kerajinan harus mengubah haluan ke pasar dalam negeri,” kata Menteri Teten.

Untuk mendukung hal ini, Menteri Teten menegaskan pemerintah memiliki kebijakan belanja pemerintah sebesar 40 persen untuk produk UMKM atau setara dengan Rp400 triliun tahun ini yang dapat dimanfaatkan oleh industri furniture dan kerajinan.

“Industri furnitur bisa mengambil bagian di bidang pengadaan furniture sekolah. Nilainya lumayan, ada Rp54 triliun. Sebelumnya bangku sekolah harus SNI, tapi sekarang enggak perlu. Sekarang dipangkas. Kita akan optimalkan ini. Jadi mungkin tadi belanja pemerintah kita optimalkan dan setiap tahun akan lebih mudah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *