Headline NewsTechnologyTransportation

Menhub: Kedepan Kendaraan Pribadi Wajib Uji KIR

Angkutan umum dan kendaraan niaga tidak boleh ada di jalan raya, jika belum melakukan uji kendaraan secara berkala atau KIR. Kementeran Perhubungan (Kemenhub) mewajibkan semua angkutan umum dan kendaraan niaga untuk mengikuti proses KIR agar kendaraan-kendaraan tersebut, dapat diketahui apakah layak atau tidak untuk lalu lalang di jalan raya.

Namun kedepan bukan hanya angkutan umum dan kendaraan niaga, kendaraan pribadi juga diharuskan menjalani proses KIR. Wancana itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai peresmian uji kendaraan berkala oleh Agen Pemegang Merek (APM), Senin, 22 Mei 2017.

“Yang akan datang iya, kendaraan pribadi wajib ikut KIR, karena semua yang menggunakan fasilitas publik (jalan raya) harus di KIR semua,” ujar Menhub.

Menhub mengatakan alasan ujik KIR untuk kendaraan pribadi tidak lain  untuk keselamatan pengendara, penumpang dan lingkungan sekitar. Dengan uji KIR ini performa kendaraan dapat terjaga dan terhindar dari kecelakaan. Menhub  memperkirakan waktu uji KIR untuk kendaraan pribadi akan dimulai 3 sampai 4 bulan mendatang

Menhub mengakui wancana uji KIR untuk kendaraan pribadi sudah lama dibahas oleh Kementerian Perhubungan, tetapi belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan pra prasarana dan sarana untuk melakukan uji KIR tersebut.

Kini semua itu teratasi setelah ada kerjasama dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan APM. Kerjasama ini menjadi solusi wancana uji KIR untuk kendaraan pribadi dapat terealisasi. . Setiap kendaraan bisa melakukan uji KIR di bengkel resmi masing-masing APM.

“Kami minta kepada pengendara jangan melihat dari sisi sendiri, tapi kepentingan masyarakat juga dilakukan,” ujar Menhub.

Kemenhub kini memberikan waktu kepada APM untuk berbenah dan mempersiapkan segala sarana dan prasarana, sistem, termasuk juga sumber daya manusia (SDM), sebelum nantinya pengujian KIR untuk kendaraan pribadi diwajibkan secara serentak.

Budi tak menampik kewajiban kendaraan pribadi untuk mengikuti pengujian KIR itu berhubungan dengan diwajibkannya taksi berbasis daring (online) untuk mengikuti uji kelaikan.

“Dengan adanya ini tentunya kita harapkan taksi online untuk menindaklanjuti, karena di Jakarta saja ada 45 (bengkel swasta pengujian KIR), di tempat lain (seluruh Indonesia) ada 110 (bengkel). Barangkali dalam satu hari tambah dari 45, apalagi gratis 3 bulan ini, jadi taksi online gunakan kesempatan ini dengan baik,” papar Menhub.

Seperti dituturkan Budi, pada tiga bulan perdana itu, uji KIR di APM akan dilakukan secara gratis. Setelah itu akan diberlakukan tarif yang tidak berbeda dengan yang ditetapkan pemerintah. Untuk wilayah DKI Jakarta, misalnya tariff uji KIR mencapai Rp87.000, lebih murah dari Depok yang Rp200.000.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button