Headline NewsTransportation

Menhub Minta Maskapai Tidak Berlakukan Tuslah Saat Arus Mudik

Setelah menurunkan tarif batas atas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengeluarkan imbauan kepada maskapai penerbangan nasional. Imbauan itu, berupa larangan seluruh maskapai memberlakukan tuslah tarif pesawat selama masa ramai (peak season) Lebaran 2019.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai pemberlakuan tuslah justru akan memberatkan penumpang, meskipun ada penuruan tarif batas atas. Karena itu, maskapai diminta tidak memberlakukan tuslah, agar penurunan tarif batas atas tidak sia-sia dan dapat berjalan seperti yang diharapkan masyarakat.

“Kita kan melihat penumpang maskapai dalam keadaan berat ya. Jadi kita tidak perkenankan mengambil tuslah,” kata Menhub usai buka bersama dan silaturahmi dengan anak yatim di Kemenhub, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Dia menambahkan pihaknya telah berupaya untuk membantu menurunkan tiket pesawat dengan menurunkan tarif batas atas melalui revisi Keputusan Menteri Nomor 72 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Penurunan tarif batas atas itu implementasi dari keinginan masyarakat mendapatkam harga tiket pesawat terjangaku. “Gini, intinya kita memberikan suatu harga yang lebih terjangkau. Kalau tuslah nambah lagi,” ujarnya.

Terkait dengan adanya potensi protes maskapai, Budi menganggap itu adalah hal biasa.

“Sudah biasa lah mereka,” katanya.

Ia berpendapat tahun ini tren angkutan Lebaran akan berbeda, yakni keberangkatan dan kepulangan akan penuh.

“Tuslah karena mereka (maskapai) ‘kan biasa pulang kosong. Sekarang enggak kosong lagi kok. Saya contoh pulang ke Palembang, Palembang ke sini (Jakarta) penuh. Orang yang mau ke Jakarta juga banyak,” katanya.

Ia juga akan melakukan pengawasan terkait pemberlakuan harga tiket selama masa angkutan Lebaran.

Mulai Kamis (16/5/2019), aturan terkait tarif batas atas mulai berlaku yang mana merupakan revisi dari Keputusan Menteri Nomor 72 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Artinya, maskapai dengan penerbangan pelayanan penuh (full service) wajib melaksanakan aturan tersebut, sementara aturan tersebut tidak berlaku untuk pesawat baling-baling (propeller) seperti ATR-72.

Penurunan batas atas 12 persen akan berlaku untuk rute-rute populer, seperti Jawa. Sementara, penurunan batas atas 16 persen berlaku untuk rute ke Jayapura.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close