BusinessEconomicHeadline News

Menkeu Sri Optimis Dunia Usaha Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Investasi 2018

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani optimis dunia usaha dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor investasi di Indonesia pada tahun 2018 mendatang. Bahkan keoptimisan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, sudah terlihat dari banyaknya penyaluran kredit perbankan kepada dunia usaha di pertengahan tahun 2017.

“Investasi sangat tergantung pada dunia usaha yang cukup optimis,” kata Menkeu dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 21 Agustus 2017.

Kendati demikian, Menkeu mengatakan pemerintah masih menunggu realisasi dari penyaluran kredit tersebut. Menkeu menilai penyaluran kredit bisa dimaksimalkan oleh dunia usaha sebagai modal kerja yang bertujuan untuk mendorong kinerja investasi dalam jangka panjang.

“Kapasitas dari perbankan juga sudah bisa mendukung pertumbuhan kredit, karena neracanya sudah semakin sehat, setelah berbagai NPL dalam tiga tahun terakhir mulai dibersihkan,” ujar Menkeu.

Bukan hanya dilihat dari penyaluran kredit , namun menurut Menkeu kondisi pasar keuangan yang kondusif juga  dan pasar modal pada 2018 juga dapat mengkatrol pertumbuhan investasi, sehingga banyak perusahaan yang mulai melakukan “right issues”.

“Semuanya tergantung dari ‘confidence’ pertumbuhan ekonomi, kalau positif, mereka mau melakukan investasi dibiayai pasar modal, perbankan atau penerbitan ‘corporate bond’,” ungkapnya.

Terkait hal ini, pemerintah tidak tinggal diam, pemerintah akan intens berkomunikasi dengan pelaku dunia usaha, agar tidak menimbulkan kekhawatiran atas prospek investasi di 2018.

“Makanya komunikasi mengenai ‘confidence’ itu menjadi penting, bagaimana pemerintah memberikan penjelasan mengenai kebijakan,” kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengatakan porsi pemerintah dalam porsi investasi di 2018 hanya mencapai delapan persen.

Ia menambahkan sisa porsi lainnya antara lain berasal dari kredit perbankan sebesar sembilan persen, pasar modal sebesar 17 persen, BUMN sebesar 10 persen serta PMA dan PMDN sebesar 16 persen.

“Selain itu, terdapat sumber internal dana perusahaan yang bentuknya profit dan bisa ditanamkan kembali jadi investasi,” kata Suahasil.

Dalam RAPBN 2018, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4 persen yang didukung oleh membaiknya kinerja investasi dan ekspor.

Pertumbuhan ekonomi 2018 didukung oleh investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang diperkirakan tumbuh 6,3 persen, konsumsi rumah tangga dan ekspor masing-masing sebesar 5,1 persen, impor 4,5 persen dan konsumsi pemerintah 3,8 persen.

Kontribusi investasi itu berasal dari pembangunan infrastruktur dasar dan proyek fisik lainnya, pengadaan mesin dan perlengkapan industri baru, penguatan capex dari pasar modal dan peningkatan peran capex BUMN serta swasta.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button