DestinationHeadline NewsMarine TourismPhotography

Menpar Dukung The Magnificent Seven: Indonesia Marine National Park Sebagai Alat Promosi Pariwisata Indonesia

Pasca peluncuran buku The Magnificent Seven: Indonesia Marine National Park pada Jumat 2 Juni 2017 lalu di Restoran Tugu Kunstkring Paleis.buku tersebut menggambarkan kecantikan bawah laut, keragaman biota, terumbu karang macro species dengan adanya story telling yang lengkap di tujuh Taman Nasional Laut Indonesia.

Buku tersebut disusun melalui kerjasama Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK) dan United Nation Development Programme (UNDP). Pada acara launching dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dan perwakilan UNDP Christophe Bahuet.

“Luar biasa! Bukunya istimewa. Selamat untuk Ibu Menteri KLHK dan UNDP. Taman Nasional Laut kita bagus, potensi bawah laut kita juga sangat bagus,” jelas Arief.

Arief memberikan usulan agar isi buku tersebut di highlight di website Wonderful Indonesia seperti indonesia.travel dan kemenpar.go.id untuk materi promosi pariwisata Indonesia. Selain itu juga untuk memperkenalkan buku The Magnificent Seven: Indonesia Marine National Park itu.

“Saya yakin, siapapun yang melihat akan terpana, dan enggan beralih ke situs lain sebelum menghabis gambar-gambar bawah laut Indonesia itu,” puji Arief Yahya.

Dengan berisikan keragaman biota laut, terumbu karang yang indah, schooling ikan dalam jumlah banyak serta foto bergaya macro bagi makhluk-mahkluk kecil. Ini merupakan gambaran dari kekayaan Taman Nasional Laut Indonesia yang tidak ada.

Potret 7 Taman Nasional Laut itu antara lain: Kepulauan Seribu– Jakarta, Karimun Jawa– Jawa Tengah, Wakatobi- Sulawesi Tenggara, Takabonerate -Sulawesi Selatan,  Bunaken- Sulawesi Utara, Togian- Sulawesi Tengah dan Teluk Cenderawasih- Papua.

Apalagi foto Underwater di Indonesia sudah menjadi langganan juara dunia. Selain itu Scuba Diving sudah menempatkan Indonesia di urutan pertama pada Indo-Pasific kategori Macro Life, Overall Rating of Destination, Health of Marine Environment serta Underwater Photography. Dive Magazine pun tidak segan memasukkan Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali, dan Lembeh Sulawesi Utara dalam Top World Diving Destinations 2017.

Nantinya dengan dibuatnya buku tersebut kedalam format E-Book sehingga mudah untuk highlight dalam media Kemenpar.

“Buku dan foto terbaik jangan hanya dipamerkan atau dipajang saja. Jika ada softcopy nya kita akan bisa bantu promosikan, dan itu merupakan tugas dari Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan ke wisatawan mancanegara, agar bisa menikmati keindahan bawah laut Indonesia,” ujar Arief Yahya.

Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya juga membahas mengenai sampah. Problematika tersebut bisa mengurangi nilai keindahan taman laut di Indonesia. Kedua pihak sudah berkoordinasi dengan Menkomaritim untuk fokus pada isu pencemaran plastik di laut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menkomar Pak Luhut. Jadi tahun 2017 ini, saya akan kembali melanjutkan perbaikan Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan sejenisnya. Ini juga tentunya butuh kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata. Kolaborasi yang intensif dengan target pencapaian yang lebih baik, sehingga masalah sampah di laut dapat terselesaikan dengan baik” jelas Siti.

Perwakilan UNDP untuk Indonesia yaitu Christophe Bahuet menambahkan bahwa UNDP memang memiliki proyek bersama KLHK untuk melindungi ekosistem kehidupan laut di Indonesia. Kegiatan tersebut selalu diabadikan dengan foto-foto. Hasil foto yang berkualitas menjadi inspirasi untuk membuat buku tersebut.

“Buku ini disusun selama enam bulan. Spotnya terbagi di tujuh taman nasional dan didukung fotografer bawah laut Indonesia. Buku dan foto terbaik yang dipamerkan merupakan testimoni keaneragaman taman laut Indonesia. Dan keaneragaman ini perlu dilindungi untuk kehidupan masyarakat setempat serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Komitmen kita semua untuk melindungi ekosistem lautan, merupakan bagian penting dari UNDP Indonesia,” ujar Christophe.

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button