Travel Umroh Resah Akibat Pemutusan Hubungan Diplomatik di Timur Tengah

0
First Airbus A350 XWB delivered to Qatar Airways

epa04538092 The first Airbus A350 XWB taxis during during a delivery ceremony to Qatar Airways in Colomiers, Southern France France, 22 December 2014. Airbus delivered its first A350 jetliner to Qatar Airways, the European aircraft manufacturer's answer to US rival Boeing's 787 Dreamliner. The twin-engine, wide-body jet was created to wrest market share away from Boeing in the lucrative long-haul market. A typical three-class configuration seats 369 passengers and can travel 14,800 kilometres. EPA/GUILLAUME HORCAJUELO EPA/STR

Pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain dan Mesir kepada Qatar membuat agen perjalanan dan penyelenggara Umroh di dalam negeri ketar-ketir. Para agen perjalanan Umroh dan Haji yang sudah meneken kerjasama dengan Qatar Airway sepertinya akan pasrah tidak dapat melanjutkan bisnisnya lantaran pesawat milik pemerintah Qatar itu tidak boleh terbang di langit Arab Saudi.

Dari data yang dihimpun Pengusaha Penyelenggaraan Ibadah Umrah (PPIU) banyak agen perjalanan dan penyelenggara  Umroh dan Haji  yang mengunakan jasa penerbangan Qatar Airways untuk membawa jemaah Umroh ke tanah suci di Arab Saudi.  Wakil Ketua Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji  (Himpu) Muharom Ahmad  meminta Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama turun tangan untuk mengatasi masalah ini.

”Penyelenggara Ibadah Umrah dan haji khusus berharap Kemenhub dan Kemenag turut menjembatani masalah jamaah umrah yang menggunakan Qatar Air, terutama yang akan pulang dari Jedah dan Madinah via Doha, Qatar. Mulai kemarin memang tak ada lagi penerbangan ke Arab Saudi yang menggunakan maskapai itu. Adanya kenyataan ini jelas membuat kami resah,” kata Muharom, seperti yang dilansir Ihram.co.id, Selasa, 6 Juni 2017.

Muharom menjelaskan ketertarikan para agen perjalanan dan penyelengara  Umroh dan Haji mengunakan Qatar  Airways karena maskapai tersebut merupakan maskapai berbiaya murah untuk mengangkut jemaah Umroh. Selain itu, kualitas pelayanan yang diberikan Qatar Airways kepada jemaah dinilai  cukup baik.

”Setidaknya dalam sehari ada tiga penerbangan ke tanah suci yakni Jakarta – Doha -Jeddah (Madinah) dan sebaliknya Madinah – (Jeddah) – Doha – Jakarta dengan Qatar Air. Penerbangan ini menggunakan jenis pesawat Boeing 777 versi yang baru. Kami selama ini merasa puas menggunakan jasa penerbangan ini,” katanya.

Dengan kondisi seperti ini mau tidak mau para penyelenggara Umroh untuk segera beralih ke maskapai lain. Jika beralih ke maskapai lain, otomatis harga paket Umroh pun berubah tidak sama dengan harga paket disaat menggunakan Qatar Airways.

”Jadi dengan tiga kali penerbangan yang satu kali tripnya mengangkut 390 orang, maka setidaknya hampir 1.200 orang jamaah umrah dari Indonesia berangkat menggunakan amskapai tersebut. Nah, sekarang kami harus mencari maskapai penerbangan lain. Maka selain harga paket umrah/haji plus berubah, jadwal keberangkatan dan kepulangan dari tanah suci bisa berubah. Kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan sebab banyak diantara kami yang sudah melakukan pembayaran tiket perjalanan,” tegas Muharom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *