Menpar : Kita Siapkan Paket Wisata Demi Incar 15.000 Peserta IMF-World Bank Meeting di Bali
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritman, Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, (Selasa (7/3). Pertemuan ini membahas penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Nusa Dua, Bali, 12-14 Oktober 2018 mendatang.
Melalui acara ini, pemerintah akan menawarkan paket-paket wisata ke 15.000 delegasi asing yang hadir dalam acara itu.
“Kita bahas IMF-World Bank Annual Meeting tahun depan tanggal 12-14 Oktober 2018, tapi persiapan harus kita lakukan mulai sekarang. Dari kepariwisataan itu akan datang sekitar 15 ribu wisatawan, delegasinya sendiri sekitar 3.700 official delegation dari World Bank yang akan datang ke kita, karena total pesertanya kita proyeksikan 15 ribu. Jadi ini memang big event di 2018,” kata Arif usai pertemuan, Jakarta, Selasa (7/3).
Arief mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan dengan baik para peserta yang datang dari seluruh dunia itu. Mulai dari menawarkan destinasi wisata, hingga menawarkan investasi di bidang pariwisata.
“Contoh, untuk pemasaran, kita akan buat paket-paket tur selama mereka ada di Bali. Misalnya, ada one day tour, yakni King Salman Road, itu pasti akan laku. Lalu two days tour dan three days tour, itu juga akan dibuat ke yang populer seperti misalnya dari Bali ke Jogja, Bali ke Labuan Bajo, Bali ke Lombok, atau destinasi lainnya,” ungkap Arief.
“Yang kedua soal investment, kita harapkan saat terjadi annual event itu, ada signing contract di 10 destinasi yang kita miliki,” sambungnya.
Ia pun mengatakan, sudah ada beberapa negara yang berminat untuk masuk berinvestasi di sektor pariwisata. Mulai dari, Singapura, China, hingga negara Raja Salman, yakni Arab Saudi.
“Beberapa negara sudah ada yang tertarik ya, dari China sudah ada yang masuk. Tadi dari Saudi tertarik empat destinasi, dari Singapura beberapa perusahaan sudah tertarik investasi di Danau Toba. Itu yang akan kita real-kan nanti. Jadi saya tidak ingin tidak real. Persis Oktober 2018 betul-betul sudah bisa tanda tangan kontrak,” tuturnya.
