BusinessDestinationE-CommerceHeadline News

Menpar Kritik BBTF 2017 Yang Belum Bisa Jadi Pasar Pariwisata Dunia

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya resmi menutup Bali Beyond Travel Fair (BBTF) ke-4 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 10 Juni 2017. Namun dalam acara penutupan ini, Menpar sedikit melampiaskan kekecewaanya selama BBTF ini berlangsung. Kekecewaan Menteri asal Banyuwangi ini, dikarenakan BBTF belum bisa sebagai market place pariwisata dunia, padahal sudah kali keempatnya BBTF digelar.
“Ini BBTF sudah yang keempat kalinya. Seharunya BBTF harus menjadi market place pariwisata dunia, tetapi nyatanya belum. Ini harus menjadi perhatian utama untuk BBTF tahun 2018 mendatang,” ujarnya dalam sambutannya di acara penutupan BBTF.

Menpar mengaku pemerintah sudah mendorong Bali selaku tuan rumah event Bali and Beyond Travel Fair 2017 untuk bisa menjadi market place (pasar) tempat jual beli antara buyers dan sellers dari seluruh dunia, seperti halnya pameran travel mart dunia di Berlin, Jerman. Namun nyatanya hal tersebut belum juga bisa terwujud.

Menpar menyebut sedikitnya provinsi di Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam pameran Internasional ini, menjadi salah satu faktor BBTF belum bisa sebagai market place pariwisata dunia.“Kalau travel mart yang diI Berlin semua ingin kesana termasuk provinsi di Indonesia karena dia jadi market place dunia. Filosofinya, semakin terbuka justeru anda semakin memenangkan kompetisi, anda semakin tidak dapat disaingi kompetitor,” ungkap Menpar.

Agar BBTF bisa menjadi market place pariwisata dunia, Menpar pun memberi saran kepada para pengusaha lokal Bali untuk belajar dan bergerak lebih cepat lagi untuk mengumpulkan para buyers dan sellers. Semakin terbuka di mata dunia, maka Bali jika ingin maju harus siap bersaing dengan negara hebat lainnya.

“BBTF dulu itu terjadi, kita mengira banyak seller dari luar banyak terjadi outbond. Tapi sesungguhnya, kalau kita mengundang para seller dari luar maka BBTF ini akan jadi pasar market place tempat jual beli. Negara Korea hadir atau tidak hadir di BBTF, transaksi itu tetap terjadi. Yang kita inginkan agar transaksi itu terjadi di Bali, di BBTF ini,” ungkapnya.

Ketua Panitia BBTF 2017 I Ketut Ardhana tidak menapik apa yang disampaikan Menpar. Ardhana mengaku juga kecewa juga bisanya BBTF ke-4 ini sebagai market place pariwisata dunia. Ardhana berjanji akan memperbaiki kekurangan agar BBTF tahun depan dapat menjadikan BBTF sebagai market place pariwisata dunia. Meski demikian Ardhana membantah sedikitnya provinsi yang mengikuti BBTF ke-4. Menurut Ardhana justru tahun ini ada kenaikan dari 13 provinsi di tahun lalu naik jadi 19 provinsi yang terlibat.

Untuk BBTF ke-4 katanya, total transaksi hanya mencapai Rp5,6 triliun atau turun Rp1,2 triliun dari total transaksi tahun lalu yang mencapai Rp6,8 triliun. Padahal ia mentargetkan event kali ini bisa mencapai diangka Rp6,9 triliun.
“Sekarang ini ada beberapa masalah, menurunnya transaksi disebabkan karena event yang bertepatan dengan bulan ramadhan. Jangan salah partisipan di Asia ini kan mayoritas muslim seperti Singapura, itu tour operatornya banyak yang muslim,” kilahnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button