CultureDestinationHeadline NewsTourism

Puncak Festival Bakar Tongkang Dibanjiri Wisatawan

Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, berlangsung sukses dan lancar, meskipun puncak acara dimajukan menjadi Minggu sore, 11 Juni 2017. Biasanya dari tahun ke tahun puncak Festival Bakar Tongkang ini digelar pada malam hari. Kendati waktunya dimajukan, namun  tidak menghilangkan antusiasme wisatawan yang datang untuk menyaksikan puncak festival yang sudah menjadi tradisi warga Tionghoa ini.

Seperti tahun tahun sebelumnya,  Arak-arakan  Tongkang tahun ini juga dimulai dari kelenteng Ing Hock King menuju areal ritual bakar tongkang di Jalan Perniagaan Kota Bagansiapiapi. Puluhan ribu masyarakat dan wisatwan berjubel dan berjalan menuju tempat dibakarnya tongkang yang diiringi tambuk atau simbal yang dipukul bertalu-talu ini .

Tidak ada acara seremonial, setelah Replika Kapal Tongkang diletakan di atas ribuan tumpukan kertas sembahyang, kemudian para tokoh dan pejabat pemerintah daerah naik di atas replika kapal. Para pejabat yang naik di Replika Kapal Tongkang ini diantaranya  Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain, Bupati Rohil Suyatno, Tokoh Masyarakat Tionghoa Sugianto.

Beberapa saat para pejabat dan tokoh itu ada di atas tongkang sembari melambaikan tangan ke khalayak yang memadati sekitar tongkang. Setelah mereka turun, tongkang pun mulai dibakar. Asap tebal mengepul, api pun dengan cepat melumat replika tongkang yang sengaja disiapkan untuk festival ini.

Acara ini juga dihadiri Ketua DPR   Setya Novanto. Sayangnya, Setnov tak dapat mengikuti kegiatan hingga puncak acara karena harus bertolak untuk mengikuti agenda lain.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman, menjelaskan, untuk data jumlah wisatawan atau turis yang datang ke Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi 2017 sebanyak  52 ribu orang.

Jumlah itu, sambungnya, sudah melebihi jumlah wisatawan yang datang pada tahun 2016 lalu.

“Data sementara yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Rokan Hilir, wisatawan yang datang sebanyak 52 ribu orang,” katanya.

Jumlah itu, sambungnya, terdiri dari 30 ribu wisatawan lokal dan 22 ribu wisatawan mancanegara. Pada tahun 2016 jumlah turis yang datang sekitar 47 ribu orang.

Menurut kepercayaan orang Tionghoa, replika tiang layar tongkang yang dibakar jatuh ke arah laut. Akan menunjukkan keselamatan. Juga peruntungan usaha, serta mata pencarian lebih baik atau lebih banyak datangnya dari laut.

Agenda ritual Bakar Tongkang ini sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak tahun 1825 Masehi, sejalan dengan berdirinya Kelenteng Ing Hok King di Bagansiapiapi. Data Dinas Pariwisata Rokan Hilir, ritual yang hanya hanya dilakukan pada bulan kelima penanggalan Imlek tanggal 16 disebut Go Gwee Cap Lak  ini dihadiri lebih dari 52 ribu wisatawan nusantara dan mancanegara, melebihi target yang dicanangkan sebanyak 47 ribu wisatawan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button