Menpar Yakin Sayembara Desain Rumah Wisata Bisa Kembalikan Ciri Khas Tradisional

0
AY

Menteri  Pariwisata (Menpar),  Arief Yahya  memberikan penghargaan kepada para pemenang ‘Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016’  di  Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata,  Selasa  malam (28/10).

Kegiatan sayembara yang disenggarakan oleh PT Propan Raya yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)  ini untuk membantu program pembangunan 100.000 homestay  di 10 destinasi  prioritas yang akan dimulai pada 2017 dalam upaya mewujudkan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman)  tahun 2019.

Menpar Arief Yahya mengatakan,  kegiatan sayembara ini sangat penting dalam upaya mengembalikan arsitektural tradisional yang khas dan saat ini sudah banyak yang hilang. Padahal karakter lokal tersebut akan membuat suatu kawasan memiliki identitas budaya yang akan menjadi atraksi tersendiri untuk memperkuat  destinasi wisata.

“Desain homestay  yang memiliki karakter lokal untuk memperkuat identitas budaya masyarakat di sekitar destinasi wisata ini belum lama ini saya presentasikan di markas UN-WTO. Badan Pariwisata Dunia  memberi perhatian serius terhadap upaya pelestarian kearifan lokal dalam mengembangkan pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, Presiden Joko Widodo telah menetapkan pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai “10 Bali Baru” yang  dengan melibatkan peran serta  masyarakat lokal dalam program desa  wisata yang antara lain diwujudkan dalam usaha homestay  yang pembangunannya akan dimulai tahun 2017  dan mencapai sebanyak 100.000 unit pada 2019.

Untuk mewujudkan rencana tersebut Kemenpar belum lama ini melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendukung skema pembiayaan oleh lembaga keuangan non-bank (perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan sebagainya)  untuk membiayai proyek-proyek pariwisata oleh pelaku usaha pariwisata, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, serta masyarakat (kelompok sadar wisata).

Pembangunan 10 destinasi prioritas  yakni ; Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai  tersebut, menurut Arief Yahya,  diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar Rp 200 triliun di mana 50% dilakukan pemerintah dan 50% oleh dunia usaha (swasta).

“Investasi yang dilakukan pemerintah akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas dasar, sedangkan untuk amenitas dan kelengkapannya diserahkan kepada swasta. Tahap awal  adanya   alokasi dana sebesar Rp10 triliun dari lembaga pembiayaan akan sangat membantu kepariwisataan,” kata Arief Yahya menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *