Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara Raih Rekor MURI
Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 dengan hadiah total Rp 1 miliar ini mendapat respon yang luar biasa dari berbagai arsitek di Indonesia. Sejak diluncurkan pada acara Malam Arsitektur Nusantara pada Juli lalu hingga penutupan tercatat sebanyak 993 tim yang mendaftar melalui website http://arsitekturnusantara.propanraya.com.
Menurut Ketua Pokja Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata RI, sekaligus ketua Panitia Sayembara, Hiramsyah Sambudhy Thaib, karya yang terkumpul hingga batas akhir penyerahan 20 September 2016 menembus 728 buah.
“Antusias para desainer, arsitek, ahli gambar bentuk rumah dalam sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk rumah wisata (Homestay) benar-benar luar biasa. Sepanjang sejarah sayembara arsitektur di Indonesia, inilah yang terbanyak pesertanya,” Hiramsyah Sambudhy Thaib.
PT Propan Raya sejak tahun 2013 secara konsisten mengadakan sayembara desain arsitektur nusantara bekerjasama dengan pemerintah serta mendukung pengembangan kota –kota kreatif di Indonesia.
“Kali ini kami dipercaya oleh Kemenpar untuk mengadakan kembali Sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk yang keempat kalinya dengan tema homestay ,” kata Hendra Adidarma selaku Owner PT Propan Raya.
Menurut Pak Adi, demikian sapaan akrab Hendra Adidarma, Indonesia sangat kaya akan arsitektur tradisional yang beraneka ragam dan unik dari berbagai daerah di penjuru Nusantara yang mencerminkan kearifan budaya lokal dan beradaptasi dengan alam atau ramah lingkungan.
“Warisan budaya dan teknologi yang sudah ada tersebut, apabila dikembangkan dengan inovasi dan ide kreatif dapat melahirkan suatu karya arsitektur yang mengangkat bangsa Indonesia ke tingkat dunia,” tambahnya.
“Hingga saat ini, Propan bersama Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan Sayembara Arsitektur Nusantara yang ke empat kalinya sebagai ajang inspirasi, aspirasi dan apresiasi pada dunia Arsitektur khususnya Arsitektur Nusantara”, Ungkap Yuwono Imanto selaku Direktur Propan Raya dan Panitia Pelaksana Sayembara.
Dari ke-empat Sayembara Arsitektur Nusantara, memang sayembara ini yang paling banyak antusiasnya. Hingga batas waktu penerimaan karya terdapat 728 karya yang masuk dari 439 tim dengan total anggota sebanyak 1279 orang, padahal dari segi waktu penyelenggaraan Sayembara Arsitektur Nusantara ini terbilang cukup singkat.
Dan dalam rangka menyambut pengumuman yang menegangkan, Propan menggelar kuis dengan menampilkan karya hasil sayembara via digital. Hal ini tentunya selaras dengan misi Kemenpar yang mengedepankan Pariwisata Indonesia dengan Go Digital, salah satunya menggunakan social media, tambahnya.
Sebagai inisiator Sayembara Arsitektur Nusantara, Yuwono menyebutkan pula bahwa dari data karya sayembara tersebut di atas, maka sayembara Arsitektur Nusantara ini mendapatkan Piagam Penghargaan Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Sayembara Desain Arsitektur Rumah Wisata Nusantara dengan Karya Terbanyak. Tentunya apresiasi yang setinggi tingginya perlu disampaikan kepada pihak penyelenggara : Kemenpar, Propan Raya dan Bekraf, serta semua team yang terilibat dan sudah bekerja keras hingga tercapainya penghargaan ini.
Terpisah, Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, terima kasih kepada pihak yang telah bekerjasama mengadakan perhelatan ini. Kata Triawan, arsitektur di bawah naungan Bekraf, maka Bekraf men-support sayembara ini agar para arsitek Indonesia jadi memikirkan karya desain yang berkarakter dengan kearifan lokal.
“Sehingga nantinya dapat membantu melestarikan arsitektur nusantara, mengkinikan dan menduniakan arsitektur nusantara menjadi kebanggaan bangsa kita, dan mendukung program Kementerian Pariwisata terkait dengan Homestay,” jelas Triawan.
Sebanyak 30 finalis dalam Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016 akan mendapatkan hadiah total Rp 1 miliar. Untuk pemenang pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp. 50 juta, sedangkan pemenang kedua mendapat sebesar Rp. 30 juta dan ketiga mendapatkan Rp 20 juta. Karya para pemenang sayembarfa ini akan diikutsertakan dalam kegiatan roadshow ke instansi pemerintah terkait serta perbankan di antaranya BTN untuk pengimplementasian hasil sayembara ini yang akan dimulai pada 2017 mendatang.
Hadir dalam acara Malam Penganugerahan Sayembara Desain RumahWisata (homestay) Nusantara 2016 antara lain; Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif RI Hari Sungkari, Ketua Dewan Juri Sayembara Desain Arsitektur Nusantara (Principal Architect Han Awal & Partners Architect, Penggiat Arsitektur Nusantara) Yori Antar, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Papua Herry Purnomo, dan Akademisi (Pemerhati Rumah Adat Minang) Eko Alvares.
Presiden Joko Widodo menetapkan target pariwisata akhir tahun 2019 yakni; mendatangkan 20 jutga wisman serta pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air; memberikan kontribusi sebesar 15% pada PDB nasional, menghasilkan devisa Rp240 triliun, menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang, serta daya saing global berada di ranking 30 dunia.
