Menparekraf Dorong Pelaku Usaha Kuliner Manfaatkan Teknologi Digital

0
5ec5543097958

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)  Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan teknologi digitalisasi sangat membantu pelaku usaha dalam memasarkan produknya, tak terkecuali usaha kuliner. Karena itu, Menparekraf mengajak pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di bidang kuliner untuk mengoptimalkan teknologi ini guna memperluas pemasaran produknya.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf dalam acara NGANTRI (Ngobrol Bareng Mas Menteri) edisi kuliner khas #DiIndonesiaAja yang disiarkan live lewat akun Instagram @pesonaid_travel, Minggu (14/3/2021).

Menurut Menparekraf, tidak sedikit pelaku usaha kuliner yang belum memaksimalkan kehadiran teknologi digital ini. Dengan kondisi itu maka dapat dibilang penggunaan digitalisasi oleh pelaku usaha kuliner belum merata. Agar semua pelaku usaha kuliner dapat memanfaatkan teknologi ini, Kemenparekraf akan membuat program.

 “Ada program ‘Ada di Warung’ untuk membantu rantai distribusi produk ekonomi kreatif dengan menyalurkan produk kuliner ke dalam jaringan warung-warung dan toko kelontong di Indonesia yang sudah dijalankan tahun lalu dan juga kembali dilakukan tahun ini juga. Kita juga ada program ‘Beli Kreatif Lokal’, termasuk kemarin juga ada Beli Kreatif Danau Toba,” kata Menparekraf.

Menparfekraf menjelaskan, program-program yang diusung itu, sudah terbukti ampuh untuk meningkatkan pemasaran produk kuliner. Pada tahun 2020 saja, ada 4 juta pelaku usaha kuliner yang menggunakan konsep digitalisasi untuk memperkenalkan produknya.

 “Sedangkan, di tahun ini, program-program tersebut akan kembali dilakukan dengan target yang lebih besar, yakni sekitar delapan juta UMKM,” katanya.

Selain itu, program yang juga bermanfaat untuk pelaku usaha kuliner yakni program pelatihan. Program mencakup berbagai macam pelatihan, seperti produk kuliner, bedah desain kemasan, bedah gerai, promosi dan voucher diskon pada event-event di platform e-commerce.

 “Program-program ini diharapkan mampu mengangkat nama produk lokal agar tetap eksis dan bisa bersaing,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga juga mengingatkan para pelaku kuliner untuk selalu menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) dalam kegiatan sehari-hari. “Selain itu, perlu ada kolaborasi, adaptasi, dan inovasi dari kita bersama agar UMKM kuliner kita semakin maju,” ungkapnya.

Sementara itu, artis sekaligus pelaku kuliner, Prilly Latuconsina, mengungkapkan ada berbagai cara promosi produk yang dapat mendongkrak angka penjualan dan meyakinkan konsumen untuk membeli produk-produk kreatif pelaku kuliner. Di antaranya adalah dengan berkolaborasi dengan platform e-commerce dan menjaga kebersihan serta menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Kita (penjual) bisa mendapatkan kepercayaan pelanggan bahwa di saat seperti ini kita bukannya jadi lebih cuek tapi malah meningkatkan operasional dalam (segi) kebersihannya,” ungkap Prilly.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *