Menteri Bahlil: RI Segera Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sampaikan keterangan pers tentang ketersediaan BBM (Foto: Humas KESDM)
El John News, Jakarta-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan perkembangan positif kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia. Hal tersebut disampaikan usai dirinya bertemu dengan Menteri ESDM Rusia serta utusan khusus Presiden Vladimir Putin atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berpeluang mendapatkan pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia yang saat ini prosesnya disebut sudah mendekati tahap final.
“Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden saya sudah bertemu dengan Menteri ESDM Rusia dan utusan khusus Presiden Putin. Kabarnya cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia,” ujar Bahlil di kompleks Istana Negara, Kamis (16/4/2026).
Selain pasokan minyak mentah, Rusia juga menyatakan kesiapan untuk membangun sejumlah infrastruktur energi di Indonesia guna memperkuat cadangan dan ketahanan energi nasional.
“Pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” lanjutnya.
Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama di sektor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahlil mengakui bahwa kebutuhan LPG nasional masih sangat bergantung pada impor, yang mencapai sekitar 7 juta ton per tahun.
“Kita tahu bahwa LPG kita kurang lebih sekitar 7 juta ton setiap tahun kita impor. Sekarang kita lakukan diversifikasi dan insyaallah kita juga akan mendapat support,” jelasnya.
Meski demikian, kerja sama LPG tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan sebelum mencapai kesepakatan.
“Untuk LPG ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua sampai tiga tahap lagi. Tapi kalau crude saya pikir sudah hampir final,” tegas Bahlil.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan energi Indonesia tetap berorientasi pada kepentingan nasional, termasuk dalam memilih sumber impor minyak mentah.
“Kebutuhan crude kita setiap tahun kurang lebih sekitar 300 juta barel. Jadi kita ambil mana yang paling menguntungkan untuk negara kita,” katanya.
Bahlil juga memastikan bahwa pasokan minyak mentah Indonesia hingga akhir tahun dalam kondisi aman, sesuai arahan Presiden.
“Atas arahan Bapak Presiden, kebutuhan crude dari bulan ini sampai dengan Desember insyaallah sudah aman. Jadi kita tidak perlu risau,” ujarnya.
Terkait harga, pemerintah akan mengutamakan skema yang paling kompetitif, dengan patokan tidak melebihi harga pasar global.
“Kita akan mencari harga yang terbaik. Tidak boleh lebih dari harga pasar. Kalau bisa di bawah harga pasar itu jauh lebih baik, minimal sama dengan harga pasar,” ungkapnya.
Kerja sama energi dengan Rusia ini pun dirancang sebagai langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
“Kerja sama ini dilakukan dalam jangka panjang,” tutup Bahlil.
tolong jadikan berita tv dengan kalimat berbeda versi tv tetapi tetap sesuai kasih 7 judul CG 1 dan CG 2 yang saling berkaitan untuk CG 2 dibuat panjang serta kasih 7 lead dua kalimat panjang
