Menuju Geopark Dunia, Dua Asesor UNESCO Kunjungi Belitung

0
belitung-3jpg_Ec2Vh

Jalan mulus menuju Geopark dunia, sepertinya  akan mudah dilakukan Belitung. Pada Selasa (25/6/2019), dua orang Asesor UNESCO mendatangi Belitung, Provinsi Kepulauan Banga Belitung, untuk melakukan penilaian pada taman bebatuan yang diusulkan menjadi geopark dunia

Kedua unesor ini disambut hangat di Rimba INLA, kemudian diajak menyantap sarapan pagi dengan menu vean dan ditutup dengan nonton beberapa film dokumenter di Geopark Theatre.

Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Hiramsyah S. Thaib mengatakan pada unesor mengucapkan terima kasih atas penyambutan ini.  Datang ke Belitung menjadi pengalaman yang tak terlupakan karena Beltung menjadi salah satu destinasi yang diperhitungkan. Apalagi, tekad Belitung untuk menjadi Geopark dunia patut diancungi jempol, karena ada impresi kekompakan.

“Evaluasi hari pertama, Alhamdulillah lancar. InsyaAllah dengan kerjasama yang kompak, geopark nasional Belitung bisa lolos ke UNESCO Global Geopark (UGG). Lebih senangnya lagi melihat reaksi 2 assesor yang datang. Mereka terlihat sangat happy,” ujarnya.

Advisor Badan Pelaksana Geopark Belitung Dyah Erowati menambahkan, selama kunjungan, disajikan kuliner khas Belitung. Kedua asesor itu terlihat menikmati kuliner yang disuguhkan tersebut, termasuk minuman.

Mereka juga takjub melihat cultural performance ‘Rumah Adat’, karena belum pernah ke Indonesia sebelumnya.

“InsyaAllah kalau melihat proses asesor hari ini, kita optimis Belitung bisa lolos. Kekompakan pemerintah daerah di semua lini dan masyarakat/ komunitas menyatu. Di setiap jalan, di hotel, kantor-kantor, dll, semua kompak memasak spanduk geopark dengan standar yang sama,” ungkapnya.

Sebelum kedatangan asesor, Tim Badan Pengelola Geopark Pulau Belitung sudah melengkapi dan menyiapkan persyarakat-persyaratan yang menjadi penilaian. Khususnya pada geosite-geosite yang ada di Belitung. Penampakannya cukup berbeda dari sebelumnya, karena dilengkapi fasilitas tambahan yang membuat geosite tersebut semakin menarik.

Geopark sendiri merupakan konsep manajemen pengembangan suatu kawasan secara berkelanjutan, dengan memadukan tiga keanekaragaman alam. Yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity), dan budaya (culturaldiversity). Konsep ini berpilar pada aspek konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *