Headline News

Mimpi Besar, Taklukkan 3 Tebing Tinggi di Eropa

Pemanjat tebing Indonesia punya mimpi besar yakni menaklukkan 3 tebing tinggi di Eropa. Bagaimana persiapannya?

Indonesian Bigwall Project adalah tim panjat tebing bermimpi mengibarkan bendera Merah Putih di tiga tebing tinggi di Eropa dan Kutub Utara. Dua dari empat atlet yang bergabung dalam tim ini adalah Aprian Arun dan Ady Yono. Mereka sudah mulai berlatih di Tebing Parang sejak kemarin. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan fisik sebelum terbang ke Eropa Juni mendatang.

“Target tahun ini tiga tebing yang kita panjat, di Prancis, Norwegia dan Greenland. Mudah-mudahan akhir tahun bisa ke Amerika Selatan,” jelas Ady Yono saat ditemui di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat 22 April 2016.

Tiga tebing tinggi yang akan mereka panjat pada bulan Juni hingga Juli mendatang adalah Gunung Aiguille de Dru di Chamonix, Prancis, Stetind Wall di utara Norwegia, serta Gunung Ketil Fjeld di selatan pulau Greenland di Kutub Utara pada Juni hingga Juli 2016.

Mereka pun mengemukakan alasan memilih tiga tebing tersebut sebagai tiga tebing pertama yang akan dipanjat tahun ini. Selain karena penundaan pemanjatan Trango Tower di Pakistan, juga karena Merek memilih tebing dengan tinggi di atas 800 meter.

“Tebing yang kita tuju semuanya di atas 500 m. Artinya menggunakan satu tali saja tidak cukup untuk sampai puncak. Ternyata banyak tebing yang 1000 m, kita ambil yang di atas 800 meter,” jelas Yono.

Gunung Aiguille Chamonix di Prancis memiliki tinggi tebing 850 meter. Sedangkan Stetind Wall Tysfjod di Norwegia memiliki tinggj tebing 1.200 meter. Sementara Ketil Fjeld di selatan Greenland memiliki ketinggian tebing 1.450 meter.

Pekan ini, tim Indonesian Bigwall Project dari PT Caldera Indonesia ini berlatih di Tebing Parang, Purwakarta. Jalur pendakian di tebing ini terbagi atas tiga bagian, yang masing-masing disebut Tower I, Tower II, dan Tower III.

Ady Yono, salah satu dari empat atlet yang tergabung dalam project ini mengatakan ada beberapa hal yang dilakukan dalam latihan kali ini.

Mulai dari target memanjat setinggi-tingginya, hingga mn dalam waktu kurang dari dua bulan ke depan.embiasakan diri beristirahat dan tidur menggunakan tenda gantung di tepi tebing atau yang kerap disebut portaledge.

“Targetnya bisa manjat tinggi. Karena ada Tower II yang tingginya 400 mdpl. Untuk Tower II, kita berlatih dua kali muncak. Sekarang Tower III, 300-350 mdpl. Kita latihan teknik memanjat, kita juga biasakan buka portaledge, atau shelter buatan,” jelas pria yang akrab disapa Yono ini saat ditemui di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat, baru-baru ini.

Atlet lainnya yang berlatih di tebing ini, Aprian Arun mengatakan perlunya berbagi tugas dalam sesama anggota tim. Biasanya, pembagian tugas ini dilakukan sesuai kemampuan dari anggota tersebut.

“Karakteristiknya berbeda-beda. Ada yang dalam membawa barang kekuatan fisiknya lebih bagus dari kita. Tapi ada beberapa etape dia juga bisa manjat,” ujar Aprian.

Sementara untuk latihan teknik penyelamatan atau rescue, Aprian mengatakan sudah dipersiapkan. Mulai dari evakuasi saat kecelakaan hingga memiliki kontak emergency supaya proses evakuasi dapat ditangani lebih cepat.

Rescue tetap ada sih, paling pada teknik evakuasi pemanjat pada kecelakaan. Juga harus punya kontak emergency, tugas kita menurunkan korban ke kaki tebing. Jadi keika mereka sampai, kita juga sampai di kaki tebing,” tukas Aprian.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button