CultureDestinationHeadline NewsTourism

Pariwisata Manggarai Barat Miliki Ikon Baru Yakni Tari Caci

Assessment Penetapan Destinasi Wisata Tradisi dan Seni Budaya Labuan Bajo di Hotel Bintang Flores pada 22-23 Mei 2017 lalu, menghasilkan beberapa keputusan penting. Salah satunya adalah menetapkan tari Caci sebagai ikon pariwisata budaya Manggarai Barat.

Selama ini, tari Caci sudah sering dipentaskan dalam berbagai kesempatan di NTT. Tari itu memeragakan sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai. Penari yang bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai (tameng). Tari ini dimainkan saat syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta untuk menyambut tamu penting.

Seorang laki-laki yang berperan sebagai pemukul (disebut paki) berusaha memecut lawan dengan pecut yang dibuat dari kulit kerbau atau sapi yang dikeringkan. Pegangan pecut juga dibuat dari lilitan kulit kerbau. Di ujung pecut dipasang kulit kerbau tipis dan sudah kering dan keras yang disebut lempa atau lidi enau yang masih hijau (disebut pori).

Laki-laki yang berperan sebagai penangkis (disebut ta’ang) menangkis lecutan pecut lawan dengan perisai yang disebut nggiling dan busur dari bambu berjalin rotan yang disebut agang atau tereng. Perisai tersebut berbentuk bundar, berlapis kulit kerbau yang sudah dikeringkan. Perisai dipegang dengan sebelah tangan, sementara sebelah tangan lainnya memegang busur penangkis

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut potensi pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat lengkap. Selain keindahan alam, seni tari di NTT juga menarik untuk dinikmati salah satunya ikon wisata baru di Manggarai Barat yakni tari Caci.

Selama ini NTT, terkenal akan keindahan alamnya seperti Gunung Kelimutu, wisata sejarah Bung Karno di Ende, wisata binatang purba di Taman Nasional Komodo, Pulau Padar dan Pulau Rinca. Labuan Bajo memiliki pantai pink dengan kekayaan alam bawah laut yang luar biasa.

“Semua atraksi di destinasi Flores NTT itu world class! Bisa hebat dan berkelas dunia,” kata Arief Yahya, melalui siaran persnya.

Assessment Penetapan Destinasi Wisata Tradisi dan Seni Budaya Labuan Bajo diikuti sejumlah kalangan mulai dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat Theodorus Suardi, Kepala Bidang Pengembangan Wisata TSB mewakili Asdep PDWB Anna Sunarti, dan Kepala Desa Liang Ndara Karolus Vitalis. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), kepala desa adat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button