DestinationHeadline NewsTourism

Pelaku Pariwisata Sepakat Jadikan Lampung Sebagai ‘The Truly of Sumatera’

Pelaku Pariwisata sepakat ingin menjadikan Lampug sebagai ‘The Truly of Sumatera’ (Sumatera yang sebenarnya). Kesepakatan itu tertuang dalam workshop sistem sadar wisata dan sapta pesona, di Hotel Grand Anugerah, Bandar Lampung yang berlangsung 24-25 Mei 2017

Workshop yang mengambol tema ‘The Treasure of Sumatera’ (harta karun Sumatera), diikuti kepala dinas pariwisata kabupaten dan kota se-Lampung, Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Polda Lampung, Forum Corporate Social and Responsibility (CSR) Lampung, dan media massa.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budhiarto mengatakan  disepakatinya Lampung sebagai Sumatera sebenarnya dikarenakan Lampung merupakan Indonesia Mini. Semua suku bangsa ada di wilayah yang berseberangan dengan provinsi Banten ini. Apalagi kuliner Sumatera dari berbagai provisi ada di Lampung. Semua itu menjadi satu, dan selalu melengkapi. Karena itu dibutuhkan niat yang sungguh-sungguh dalam mengembangkan pariwisata nasional termasuk Lampung

“Oleh karena itu, penanganan pariwisata tidak bisa setengah-setengah. Hasilnya tidak akan maksimal dan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh kalangan pariwisata. Ini sektor yang multistakeholder, banyak yang terlibat. Namun harus fokus, agar hasilnya terlihat,” kata Budiharto, pada workshop sistem sadar wisata dan sapta pesona, di Hotel Grand Anugerah, Bandar Lampung, Rabu, 24 Mei 2017.

Kegiatan lintas pelaku pariwisata ini menghasilkan sejumlah rekomendasi dan agenda kerja. Menurut Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Lampung, Ary Meizari Alfian, sinergi dibutuhkan untuk mendatang wisatawan lebih banyak ke Lampung. “Setiap tahun kunjungan wisatawan meningkat. Kita ingin mewujudkan Lampung sebagai salah satu wisata alternatif terlengkap karena dekat dan mudah dijangkau dari Jakarta dan Palembang,” kata Ary.

Pengembangan pariwisata, menurut penggiat pariwisata Citra Persada, memerlukan sinergitas pelaku di bidang amenitas, atraksi, dan akses. Dari ketiga syarat itu, jelas siapa berbuat apa. “Pemerintah fokus ke akses, perbaiki infrastruktur ke destinasi wisata. Pelaku usaha fokus pada amenitas seperti hotel, restoran, angkutan wisata, tempat rekreasi, dan masyarakat fokus pada atraksi. Jika ketiga hal ini bersinergi dengan baik, Lampung bakal menjadi destinasi wisata unggulan,” kata Citra Persada.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button