Pemda Optimalkan Kerjasama Perdagangan
Pemda DIY akan mengoptimalkan kerja sama perdagangan antardaerah guna menjaga ketersediaan pangan mengingat kebutuhan masyarakat DIY yang terus meningkat. Melalui kerja sama perdagangan antar daerah maupun dengan sentra-sentra produksi di luar DIY ini akan membantu dalam pemenuhan kebutuhan sehingga pada akhirnya menstabilkan inflasi daerah.
”Tidak bisa suatu daerah bekerja sendiri untuk memenuhi ketersediaan pangan, mengendalikan harga dan menstabilkan inflasi. Sehingga tetap harus ada kerja sama dengan daerah lain yang perlu kita optimalkan,” ujar Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY Gatot Saptadi.
Menurut Gatot, kerja sama perdagangan antardaerah tersebut tetap harus ada dan sangat dibutuhkan setiap daerah. Artinya produksi suatu komoditi bahan pangan di daerah satu akan saling melengkapi dengan daerah lainnya.
”Suatu daerah tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan atau ketersediaan bahan pangan sehingga harus mendatangkan dari daerah lain jika defisit atau sebaliknya mengirimkan kepada daerah lain apabila surplus,” tuturnya.
Sekda DIY ini mengakui, kerja sama perdagangan daerah sangat diperlukan untuk memenuhi dan menjaga ketersediaan komoditi pangan di DIY. Kerja sama tersebut akan saling melengkapi satu sama lain atau saling mengisi sehingga pada akhirnya diharapkan tidak terjadi kekurangan atau kelangkaan komoditi pangan nantinya.
Wakil Ketua TPID DIY Budi Hanoto menambahkan, pihaknya bertujuan untuk mengarahkan inflasi lebih rendah dan stabil. Inflasi DIY sebetulnya sudah stabil, tetapi inflasi pangannya relatif tinggi sebesar 5,83 persen di mana beberapa komoditi lebih stabil di level yang tingggi dari tahun 2017.
“Setelah kita telusuri penyebab inflasi pangan, ternyata dari sisi produksinya. Oleh karena itu, kita kerahkan dulu kekuatan produksi di lokal atau di DIY. Jika kemampuan produksi dari dalam DIY masih kurang atau belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat DIY, maka perlu adanya kerja sama antar daerah,” ungkap Budi.