sepinggan

Pada tahun 2019 Indonesia bakal memiliki 8 Bandara baru.  8 bandara itu terdiri Bandara Kertajati Majalengka, Kulonprogo Yogyakarta, Sebatik Kalimantan Utara, Sultan Babullah Ternate, Syamsuddin Noor Banjarmasin, Tjilik Riwut Palangkaraya, Radin Inten II Lampung, dan Ahmad Yani Semarang. Dari 8 bandara tersebut  ada 4 bandara yang tengah direvitalisasi, 3 proyek pembangunan bandara baru, dan 1 bandara tengah dalam proses pengembangan. Untuk 3 bandara baru yang akan dibangun yakni Bandara Kertajati, Kulonprogo dan Sebatik. Berikut perkembangan 8 Bandara baru itu:

 

1. Revitalisasi Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara

Tahun ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menganggarkan Rp 40,6 Miliar untuk merevitalisasi bandara Sultan Babullah di Ternate, Maluku Utara. Dari anggaran itu, proyek pengerjaan saat ini sudah mencapai  pemenuhan standar pagar pengaman, pengadaan dan pemasangan multireview x-ray bagasi dan cabin, juga pengadaan kendaraan PKP-PK Tipe I. memiliki fasilitas runaway sepanjang 2.300 m x 45 m, dua apron sepanjang 180 x 90 m, dan terminal seluas 9.600 m2. Pesawat yang beroperasi pada bandara ini adalah pesawat jenis Boeing 737-800 NG. Pada April 2017, telah dilakukan penyerahan asset terminal bandara dari Pemerintah Daerah Ternate kepada Dirjen Perhubungan Udara.

2. Revitalisasi Bandara Radin Inten II Lampung

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14 Miliar pada tahun ini untuk pemasangan garbarata di Bandara Radin Inten II Lampung. Saat ini, pemasangan garbarata itu hampir selesai. revitalisasi Bandara Radin Inten II Lampung saat itu sudah sampai pelapisan landasan pacu, taxiway, tempat parkir pesawat, turning area, overun, dan fillet dengan hotmix tebal rata-rata 7,5 cm. Anggaran untuk merevitalisasi bandara ini mencapai Rp 324 miliar.

3. Revitalisasi Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Selatan

Bandara Syamsudin Noor memiliki fasilitas runway sepanjang 2.500 x 45 m, apron seluas 51.072 m2, 4 buah taxiway, dan gedung terminal bandara seluas 9.575 m2. Pesawat yang beroperasi di bandara ini adalah pesawat jenis Boeing 737-900 ER. Hingga kini tengah dikembangkan perluasan terminal dengan luas tahap 1 sebesar 65.284 m2 dan tahap 2 sebesar 108.134 m2, serta apron dengan progres fisik 2,61%. Total investasi bandara ini mencapai Rp 2,3 triliun.

4. Revitalisasi Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan

Ada kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Proyek revitalisasi Bandara Syamsudin Noor akhirnya dicanangkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Hingga kini tengah dikembangkan perluasan terminal dengan luas tahap 1 sebesar 65.284 m2 dan tahap 2 sebesar 108.134 m2, serta apron dengan progres fisik 2,61%. Total investasi bandara ini mencapai Rp 2,3 triliun. Bandara ini  memiliki fasilitas runway sepanjang 2.500 x 45 m, apron seluas 51.072 m2, 4 buah taxiway, dan gedung terminal bandara seluas 9.575 m2. Pesawat yang beroperasi di bandara ini adalah pesawat jenis Boeing 737-900 ER.

5. Pembangunan Bandara Kertajati, Jawa Barat

Bandara Internasional Kertajati  Jawa Barat akan beroperasi Februari 2019. Saat ini proses pembangunan bandara tersebut sudah mencapai 40 persen. Di awal operasi nanti, bandara ini akan melayani 14 rute penerbangan. pembangunan Bandara Kertajati dilakukan dalam tiga paket yang digarap bersamaan, secara keseluruhan saat ini pembangunan bandara tersebut telah mencapai 40 persen. Total anggaran infrastruktur sisi udara sebesar Rp 1,1 triliun dari tahun 2013-2018 dan total anggaran pembangunan infrastruktur sisi darat sebesar Rp 2,6 triliun dari tahun 2016-2017.
6. Pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo Yogyakarta

Sejak Presiden Jokowi resmi melatakan batu pertama pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo Yogyakarta pada Februari 2017 lalu, pembangunan bandara baru Yogyakarta ini terus dikebut. Hingga saat ini Bandara Kulonprogo masih dilakukan tahapan Detail Engineering Design (DED) sisi darat dan udara, dengan progres pembebasan lahan yang sudah mencapai 95,4%. Total anggaran mencapai Rp 4,1 triliun dan infrastruktur Rp 5,2 triliun. Bandara ini akan memiliki lebar 60 meter atau lebih lebar dari Bandara Achmad Yani, Semarang atau Bandara Adi Sumarmo, Solo yang memiliki lebar 45 meter. Diharapkan Bandara Kulon Progo menjadi bandara yang utama dan menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata kedua setelah Bali. Apalagi apron (pelataran pesawat) yang akan disediakan mencapai 28 apron.
7. Pembangunan Bandara Sebatik, Kalimantan Utara

Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara segera menyiapkan desain rencana pembangunan Bandara Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, menyusul masuknya pembangunan bandara itu dalam Proyek Strategis Nasional. Tahapan pembuatan Detail Engineering Design (DED) tersebut akan diusulkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2017 karena ditargetkan pembangunan fisiknya dilaksanakan mulai 2018. Sejauh ini di wilayah Sebatik sudah terdapat Bandara Nunukan yang berjarak kurang lebih 50 km dari lokasi yang akan dibangun Bandara Sebatik.
8. Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah

Bandara Ahmad Yani memiliki fasilitas runway seluas 2.680 m x 45 m, apron seluas 296 m x 98 m, gedung terminal seluas 6.700 m2. Pesawat yang beroperasi di bandara ini adalah pesawat berjenis Boeing 737.Progres Bandara Ahmad Yani hingga saat ini untuk pengerjaan taxiway telah rampung dengan luas 140 m x 25 m, pekerjaan jalan akses mencalai 91,17%, dan pembangunan terminal baru mencapai 24%. Total anggaran pengembangan konstruksi untuk Bandara Ahmad Yani dari tahun 2014-2018 mencapai Rp 2,1 triliun. (Sumber sejumlah media online)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *