Pemerintah Diminta Dorong Kunjungan Wisnus ke Destinasi Dalam Negeri

0
1630086peucanggg780x390

Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) mendorong wisatawan nusantara (wisnus) untuk berwisata di negeri sendiri. Saat ini, banyak wisnus yang memilih berwisata ke luar negeri. Data ICPI pada tahun 2015  jumlah wisnus yang pelesiran ke luar negeri mencapai 8,18 juta.

Sementara itu, berdasarkan data Bank Indonesia, sepanjang Januari 2018 – September 2018, terdapat 7,18 juta wisnus yang ke luar negeri.Untuk tahun ini diprediksi jumlah wisnus yang berwisata ke negara lain mencapai 10 juta orang.

Jika para wisnus  memilih berwisata ke destinasi dalam negeri, maka dapat membantu pencapaian target jumlah wisnus yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Selain itu, pengeluaran para wisnus juga dapat  mendongkrak pendapatan negara.

Data dari ICPI pada 2015,  pengeluaran wisnus di  luar negeri mencapai US$8,06 miliar. Pada saat bersamaan, perolehan devisa dari wisman mencapai US$12,23 miliar.

“Tidak ada artinya kalau devisa yang diperoleh banyak, tetapi orang Indonesia yang ke luar negeri juga mengeluarkan uang yang banyak pula. Ini yang harus menjadi tugas pemerintah agar devisa sektor pariwisata diperoleh secara maksimal dengan menarik wisnas agar mau berwisata di dalam negeri,” ujar Ketua ICPI Azril Azahari.

Azril menyebut, tingginya harga  tiket pesawat terbang rute domestik dibandingkan rute internasional menjadi faktor dipilihnya banyaknya wisnus yang berwisata ke luar negeri. Untuk mengubah ini semua, seharusnya ada penyesuaian harga tiket pesawat. Jangan sampae ada ketimpangan harga tiket antara domestik dan internasional yang tinggi.

Di negara lain saja justru gencar mempromosikan tiket ke negara asal mereka,  dengan harga yang terjangkau ditambah paket yang menarik. Paket value for money yang dipromosikan pun menciptakan persepsi kalau perjalanan ke luar negeri sama harganya atau bahkan lebih murah dibandingkan dengan rute domestik.

“Kalau tiket ke luar negeri murah, orang akan berbondong-bondong ke luar negeri, khususnya negara Asean yang living costnya sama [dengan Indonesia]. Nah, devisa pun terancam,” ujar Ketua Umum Association of The Indonesia TOurs and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar.

Dengan fenomena ini, ICPI meminta Pemerintah untuk mendorong wisnus menjadikan destinasi di Indonesia sebagai  pilihan utama untuk berwisata.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *