Pemkab Bolmut Sadari Pentingnya Penerapan 3A Untuk Kembangkan Pariwisata
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya selalu menyarankan kepada Pemerintah Provinsi atau Daerah untuk mengunakan prinsip 3A dalam mengembangkan objek wisata. Prinsip 3A itu yakni aksesbilitas, atraksi dan amenitas. Apa yang disarankan Menpar ini baru disadari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolang Mongondow Utara (Bolmut) Sulawesi Utara.
Pemkab Bolmut meyakini bahwa prinsis 3A yang selalu dikobarkan Menpar dapat menggairahkan industri pariwisata di Bolmut. Apalagi Bolmut usianya baru 10 tahun yang sangat membutuhkan formula untuk mengejar ketertinggalan sektor pariwisata dengan daerah lain. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut bertekad menerapkan prinsip yang digaungkan Arief Yahya tersebut.
Dari prinsip 3A itu, ada satu yang kini sedang difokuskan Pemkab Bolmut yakni soal amenitas.Prinsip amenitas dianggap penting mengingat banyaknya desitinasi wisata ciamik di Bolmut namun tidak didukung dengan pertumbungan tempat penginapan.
Wakil Bupati Bolmut Suriansyah Korompot mengatakan, pihaknya akan berupaya mengembangkan infrastruktur pendukung pariwisata. Seperti halnya hotel. “Karena di sini rata-rata hanya ada penginapan. Jadi, akan diupayakan mendatangkan investor yang membangun hotel berbintang,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pemkab Bolmut tidak akan sendirian dalam menerapkan prinsip amenitas ini. Beberapa pihak rencananya akan digandeng untuk membangun penginapan yang nyaman bagi wisatawan contohnya cottage. Namun, Pemkab Bolmut tak mau memiliki cottage yang ala kadarnya. Suriansyah mengatakan, cottage yang dibangun harus harus memiliki cita rasa lokal.
“Ada upaya bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun cottage yang khas daerah Bolmut. Dengan begitu akan menjadi daya tarik bagi turis. Hal itu akan diupayakan di tahun 2017 ini,” kata Suriansyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bolmut Sofianto Ponongoa mengatakan, optimis pontensi pariwista di Bolmut dapat berkompetisi dengan daerah lain. Menurutnya Bolmut tinggal mengembangkan untuk menjadi destinasi pariwisata andalan di Sulut.
Menurut Sofianto, Bolmut memiliki sekitar lima wisata budaya. Di antaranya, Situs Komalig R. S. Pontoh dan makam raja-raja bekas kerajaan Swapraja Bintauna. Sedangkan wisata alam berjumlah sekitar 18 di antaranya Pulau Bokil, Pantai Batu Pinagut, Puncak Kaliandra, dan Pantai Tanjung Dulang.
“Kalau wisata budaya terdiri dari wisata religi, juga rumah adat karena Bolmut merupakan peninggalan sejarah kerajaan,” ujarnya.
Sofianto mengatakan, selain akan menerapkan prinsip amenitas, Bolmut juga akan menggencarkan promosi. Langkah itu harus ditempuh untuk mengenalkan destinasi-destinasi wisata Bolmut kepada publik.
