CultureLifestyle

Pemprov DKI Sosialisasikan Transaksi Non Tunai di Jakarta Fair

Jakarta Fair Kemayoran menjadi ajang pameran rutin yang digelar setahun sekali. Bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, event ini bisa sekaligus menjadi sarana sosialisasi program atau kebijakan yang tengah  diusung. Pada tahun ini, Pemprov DKI mencoba menyosialisasikan program transaksi non tunai kepada para pengunjung, khususnya warga ibukota.

Non tunai adalah sebuah sistem pembayaran dengan memanfaatkan teknologi sehingga segala transaksi jual beli tidak lagi menggunakan uang tunai. Program tersebut diterapkan di Anjungan Pemprov DKI Jakarta, Hall C1 JIExpo Kemayoran. Dalam area itu memangterdapat beberapa produk yang dijual, baik produk pangan BUMD DKI Jakarta maupun karya kerajinan dan kuliner UKM binaan Pemprov DKI.

Seluruh transaksi pembayaran kemudian harus menggunakan kartu bernama Jakcard yang dapat diperoleh di stan Bank DKI dengan harga Rp 20 ribu yang kemudian dapat diisi ulang dengan batas saldo maksimum mencapai Rp 1 juta. Selain itu, transaksi juga bisa dilakukan menggunakan aplikasi JakOne Mobile yang dapat diunduh di smartphone.

Terdapat beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari penerapan transaksi pembayaran non tunai. Pertama, transaksi jual beli menjadi lebih cepat dan praktis. Kemudian, transaksi semacam ini juga mencegah risiko kejahatan. Lalu yang lebih penting, setiap transaksi akan terdata dengan lebih baik dan juga terhindar dari pungutan liar.

Keuntungan tersebut juga diakui Turmin, seorang pengusaha boneka yang membuka stan di Anjungan Pemprov DKI. Menurutnya dengan sistem tersebut para penjual tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian. Setiap stan sudah diberi mesin EDC (electronic data capture) untuk melakukan transaksi.

Sosialisasi yang dilakukan di Jakarta Fair selama lebih dari sebulan ini diharapkan dapat mengajak semua warganya untuk mulai membiasakan diri melakukan transaksi non tunai. Sebagai kota yang mengusung semangat Smart City, DKI Jakarta ingin penerapan transaksi non tunai ini dapat mencapai indikator smart economy.

Jakarta Fair tahun ini merupakan gelaran yang ke-50 sehingga banyak hal yang menarik dan sayang untuk dilewatkan dalam 39 hari yang dimulai pada 8 Juni hingga 16 Juli mendatang. Dengan tujuan menjadi destinasi wisata keluarga, penyelenggara pun berkomitmen untuk tetap membuka Jakarta Fair saat lebaran.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close