Pemprov Jabar Bentuk Tim Untuk Tawarkan Investasi Kepada Pengusaha Jepang

0
aher dan demiz

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan langkah untuk menindak lanjuti  penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Prefektur Shizuoka. Pendantanganan MoU tersebut dilakukan di Jepang pada Kamis, 2 November 2017 lalu. Tindak lanjut tersebut  yakni menawarkan berbagai peluang bisnis dan investasi di Jawa Barat kepada para pengusaha Jepang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan penawaran ini harus didukung dengan berbagai hal agar investasi yang dilakukan para pengusaha Jepang di jawa Barat dapat terealisasi, seperti mempermudaha proses perizinan. Menurut Gubernur yang akrab sapa Aher ini, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat siap mempermudah perizinan investasi dan bisnis di Jawa Barat. Selain yang perlu diperhatikan adalah kemudahan diplomasi agar semua rencana dapat berjalan dengan lancar. Untuk kemudahan diplomasi akan didapat setelah penandatanganan MoU tersebut.

“Kami segera membentuk tim bersama, tim dari Jabar dan dari Shizuoka, untuk bekerja secara kompak dan cepat merealisasikan kerja sama di berbagai bidang,” ujar Aher dalam siaran persnya, Minggu, 5 November 2017.

Aher menjelaskan kedua tim kini sedang menyusun apa saja yang dibutuhkan agar manfaatnya  dapat dirasakan kedua pihak. .MoU yang ditandatangani bersama Gubernur Shizuoka, Heita Kawakatsu, merupakan sebuah payung besar untuk berbagai kerja sama antara kedua belah pihak, terutama di bidang ekonomi dan sumber daya manusia (SDM).

“Semoga dengan ditandatanganinya MoU Provinsi Kembar Jabar-Shizuoka, berbagai kerja sama dalam hal ekonomi, SDM, budaya, dan lainnya, bisa dengan cepat direalisasikan,” kata Aher.

Aher menerangkan infrastruktur menjadi syarat utama untuk menarik para investor. Jika ini dilakukan, maka perkembangan ekonomi dan bisnis di Jawa Barat akan terkatrol.  Infrastruktur yang sedang di bangun di Jawa Barat antara lain adalah Bandar udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, Pelabuhan Patimban di Subang, dan sejumlah ruas tol

Puluhan perusahaan asal Jepang terutama yang bergerak di bidang otomotif, kata dia, selama ini telah memiliki industri di Jawa Barat. Aher berharap semakin banyak pengusaha Jepang yang mengembangkan usaha di Jawa Barat.

Aher mengatakan, sangat senang bisa bekerja sama dengan pemerintah dan para pebisnis di Prefektur Shizuoka. Ia pun berharap semua kerja sama ini berjalan lancar dan indah, seindah keindahan alam Jawa Barat dan Shizuoka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *