Pemprov Sulsel Prioritaskan Buka Akses Jalan di Daerah Terisolir
Pemerintah Provinsi (Sulsel) kembali menggelar forum konsultasi publik rancangan awal Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulsel di tahun 2018-2023, Rabu (17/10).
Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) menekankan, lima program perioritas yang tertuang dalam RPJMD. Yakni pemberdayaan ekonomi kerakyatan berdasarkan hilirisasi komuditas, pembangunan infrastruktur yang menjangkau masyarakat terpencil, membangun enam rumah sakit regional dan ambulans siaga, birokrasi anti korupsi dan pendidikan masyarakat madani, serta destinasi wisata berkualitas internasional.
Untuk pembangunan infrastruktur, Nurdin menegaskan akan memulai membuka akses jalan di daerah terisolir dan terpencil. Seperti jalan masuk Kecamatan Seko hingga Rampi.
Bukan itu saja, Pemprov dalam RPJMD itu juga menyusun pembukaan akses yang jauh lebih singkat Untuk ditempuh dari Kecamatan Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap ke Larompong, Kabupaten Luwu.
Jika melalui jalur yang ada saat ini, butuh jarak hingga 150 km dengan mengaspal masuk Anabanua, hingga Siwa, Kabupaten Wajo. Namun dengan membuka jalan baru akan diperpendek hingga 31 km.
“Kita menyelesaikan akses jalan, dan ada beberapa jalan-jalan yang akan kita kompas untuk memperpendek jalan, dari Larompong tembus Tanru Tedong, hanya 31 kilo,” kata Nurdin.