Penerbangan dari Luar Negeri ke Bali Akan Dibuka 14 Oktober 2021
Ilustrasi
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-4 di Jawa-Bali kembali diperpanjang mulai 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021. Dengan perpanjangan ini maka ada penyesuaian beberapa kegiatan masyarakat, salah satunya kegiatan penerbangan internasional
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan kegiatan tersebut ditujukan hanya untuk penerbangan dari luar negeri ke Bali. Itu artinya, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali akan dibuka bagi penumpang pesawat terbang yang datang dari negara lain pada 14 Oktober mendatang.
Hal tersebut disampaikan Menko Marves saat jumpa pers virtual periode 21 September – 4 Oktober 2021, Senin (03/09/2021)
Menurut Luhut pembukan penerbangan luar negeri ke Bali harus melihat kesiapan dari otoritas bandara. Jika syarat dan ketentuan dipenuhi tidak menutup kemungkinan sesuai jadwal. Namun sebaliknya jika ada syarat dan ketentuan belum ada yang terpenuhi maka pembukaan penerbangan dari luar negeri ke Bali ditunda. Ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi mengenai karantina, tes, dan kesiapan satgas.
Lalu yang tidak kalah penting, lanjutnya, setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina mandiri minimal 8 hari dengan biaya sendiri. Kendati pemerintah bakal membuka Bandara Ngurah Rai untuk penumpang internasional, pemerintah tidak lantas mengizinkan semua warga negara asing masuk ke Indonesia.
“Sementara masih kita batasi dari Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Uni Emirat Arab dan New Zealand,” beber Menko Luhut.

Dalam keterangan persnya, Luhut juga menyampaikan bahwa situasi pandemi COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan.
“Kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu. Tingkat reproduksi efektif (Rt) di Jawa-Bali juga sudah berada di bawah satu (<1) dan khusus untuk Bali masih di angka satu,” ungkapnya.

Menko Marves menambahkan, meskipun situasi pandemi terus membaik pemerintah terus menggencarkan upaya 3T. “Jumlah testing yang dilakukan per hari terus mengalami peningkatan. Testing itu rata-rata sekarang di sekitaran 175 ribu [kasus],” ujarnya.
