Pentingnya Pendidikan dan Pekerjaan Pasangan bagi Wanita Urban
Ada beberapa pikiran wanita yang membuat pria menjadi ciut berkaitan dengan kenyataan pria dalam hal ekonomi, terutama pekerjaan. Tidak dipungkiri, para wanita urban menginginkan pria punya sumber penghasilan baik, meski tidak harus besar.
Penelitian yang dilakukan perusahaan jasa pencari jodoh It’s Just Lunch di Inggris (2011), menunjukkan bahwa wanita di masa sekarang sangat memperhatikan tingkat pendidikan dan penghasilan pria. Hasil survey, 75 persen dari 925 wanita lajang mengatakan tidak mau berhubungan dengan lelaki tanpa pekerjaan jelas. Tentu saja hal ini menyebalkan bagi pria yang penghasilannya belum memadai dan tidak berpendidikan. Apalagi mereka yang berstatus pengangguran.
Penelitian lain di Jerman yang dilakukan lembaga berbasis ekonomi di University of Cologne mengungkapkan bahwa wanita masa kini lebih banyak memilih pria berpenghasilan sama (atau lebih besar) dengan penghasilannya untuk dijadikan pasangan. Mengapa? Para wanita yang menjadi responden ini berpikir penghasilan yang sepadan bisa menghindari konflik selama pacaran atau berumah tangga. Hal ini sudah terbukti, pria cenderung rendah diri, gelisah, dan tidak aman kalau penghasilannya lebih kecil dari penghasilan pasangannya. Sementara pengangguran menurut peneliti di Robert Koch Institute di Berlin, rawan gangguan fisik dan mental (seperti gangguan tidur, kecandual tertentu, depresi dan emosianal). Tentu saja bagi wanita, ini menjadi momok yang menakutkan.
Kembali pada pekerjaan, pria seharusnya tidak khawatir ketika wanita menunjukkan ketertarikan lebih atas profesi dan penghasilannya. Artinya wanita masih menghargai pria sebagai sosok penting yang harus mampu melindungi pasangannya. Itulah sebabnya wanita berharap pasangannya adalah pria yang menempuh pendidikan dengan reputasi baik dan terkenal. Karena pendidikan yang baik ini akan membuat si pria bisa mendapatkan pekerjaan memadai di perusahaan bonafid. Dengan kata lain, pria ini memiliki masa depan yang cerah.
Wanita berpikir, kalau ia mendapat pasangan yang setingkat atau lebih tinggi secara ekonomi, karier, dan pendidikan, otomatis masalah-masalah yang mungkin timbul akibat perbedaan ketiga hal tersebut dapat diminimalisir. Atau bisa dikatakan, wanita tidak menganggap status pria dengan pendidikan yang baik dan pekerjaan yang mapan sebagai sesuatu yang wah, namun hal itu penting untuk kehidupan yang lebih baik di kemudian hari.
