Perhimpunan INTI Siap Jalani Pesan Presiden Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional
Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Teddy Sugianto mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menyampaikan ucapan selamat kepadanya, saat terpilih kembali sebagai Ketua Umum INTI periode 2021-2025 pada Munas ke V Perhimpunan INTI yang berlangsung 18-19 Desember 2021 lalu di Jakarta.
Menurut Teddy, ucapan selamat tersebut merupakan harapan kepada perhimpunan INTI agar dapat membantu Pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Salah satu yang memberikan ucapan selamat adalah orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pada saat berlangsungnya Munas ke V Perhimpunan INTI, Presiden menyampaikan berbagai pesan di antaranya meminta Perhimpunan INTI untuk melanjutkan kontribusi menjaga semangat persaudaraan dan persatuan.
Presiden juga menaruh harapan besar kolaborasi perhimpunan INTI dengan Pemerintah terus berlanjut dan berjalan harmonis kedepannya. Jokowi juga menyinggung beberapa kemungkinan kolaborasi lanjutan, khususnya bidang ekonomi.
Teddy mengaku ini merupakan tantangan yang harus dihadapi Perhimpunan INTI. Bahkan dengan pengalaman puluhan tahun bermitra dengan Pemerintah, Teddy optimis Perhimpunan INTI dapat menjawab harapan dari Presiden.
“Beban kita memang luar biasa ya ada ucapan selamat dan harapan dari Bapak Presiden. Jadi kita punya tanggung jawab ini, betul-betul harus kita pikul bersama. Tetapi memang INTI sudah ada pengalaman 22 tahun dengan dukungan dari masyarakat, dan teman-teman yang lain, saya rasa untuk yang akan datang yang paling penting kita orang tekun bagaimana untuk jalankan program-program sesuai harapan dari Bapak Presiden” kata Teddy saat menjadi narasumber program EL JOHN TV.
Selain Ketua Umum, hadir sebagai narasumber yakni Sekjen Perhimpunan INTI Candra Jap dan Bendahara Umum Perhimpunan INTI Nurjati Tanuwidjaja. Program ini dipandu oleh host Bagas Soripada (Putra Kopi Indonesia 2019) dan co host yakni Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto.
Teddy menjelaskan untuk merealisasikan pesan dari Presiden, Perhimpunan INTI akan melihat skala prioritas. Pesan Presiden yang diprioritaskan untuk direalisasikan Perhimpunan INTI yakni membantu Pemerintah memulihkan perekonomian nasional. Upaya tersebut sesuai dengan program pemerintah yang menetapkan tahun 2022 menjadi tahun pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Peran Perhimpunan INTI untuk membantu pemulihan ekonomi yang mengembangkan UMKM dan juga sektor pertanian. Bahkan Perhimpunan INTI dengan otoritas di China telah sepakat untuk menjalin kerjasama investasi, hanya saja kesepakatan tersebut terhenti akibat pandemi Covid-19. Kedepan kerjasama ini kembali dihidupkan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.
“Tapi ini juga tidak seterusnya tertutup begini ya, yang akan datang dari Tiongkok juga sudah banyak rencana mau kirim, mereka punya professor-profesor. Dikirim ke Indonesia ngajarin petani-petani kita, selain dari pangan beras, ada juga nanti mengembangkan tanaman herbal,” ujar Teddy
Bicara herbal sangat menguntungkan, karena di Tiongkok butuh Indonesia yang kaya bahan herbal. Jika tanaman herbal ini dapat dikembangkan dengan bantuan dari Profesor Tiongkok tidak menutup kemungkinan hasil pengembangan tanaman herbal ini dapat diekspor ke Tiongkok sehingga dapat membantu devisa negara.
Sekjen Perhimpunan INTI Chandra Jap mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian INTI. Sektor ini masuk empat program besar Perhimpunan INTI yakni ketahanan pangan, ketahanan budaya, ketahanan ekonomi dan ketahanan sipil.
Chandra menjelaskan untuk sektor pertanian ini, Perhimpunan INTI sedang mengembangkan metode baru untuk menghasilkan panen padi yang berlimpah. Upaya tersebut telah diujicobakan di Kediri, Jawa Timur dan jika tidak ada hambatan bulan ini akan panen. Jumlah panennya pun bisa mencapai 10 ton dengan satu hektar luas tanam.
“Mulai pada bulan Agustus yang lalu kita bikin penanaman bibit padi hibrida. Jadi kalau normalnya petani kita pakai bibit biasa atau metode biasa satu hektar paling maksimal empat sampai enam ton. Sudah pembibitan di Kediri selama 10 tahun ditemukan oleh Profesor dari Tiongkok lalu kita coba dan bulan ini mau panen, itu kurang lebih 10 ton, jadi kenaikan bisa dua kali lipat. Memang program ketahanan pangan ini kita akan coba di beberapa daerah,” kata Chandra.
Chandra mengaku sudah banyak daerah yang ingin menjalin kerjasama dengan Perhimpunan INTI untuk mengembangkan metode baru menanam padi. “Banyak sekali daerah yang tertarik dengan metode ini dan ini akan kita kembangkan terus ke daerah,” ungkap Chandra.




