Pertamina: Konsumsi Harian Elpiji Subsidi di Sulsel Naik 8 Persen
Pertamina (Persero) mencatat konsumsi elpiji di Sulsel mengalami peningkatan selama masa Ramadhan dan Idul Fitri.
Di wilayah Sulsel, rata-rata konsumsi harian elpiji subsidi naik delapan persen atau 842 metrik ton per hari, sedangkan elpiji nonsubsidi naik lima persen sebesar 60 metrik ton per hari dibandingkan konsumsi normal.
“Kenaikan konsumsi elpiji nonsubsidi ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 kg maupun 5,5 kg yang semakin diminati konsumen di Sulsel,” ujar Unit Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina MOR VII M Roby Hervindo di Makassar, Jumat 29 Juni 2018.
Roby menambahkan, selama masa satgas, pasokan elpiji tiga kg juga ditambah melalui operasi pasar di lebih dari 200 kecamatan di wilayah Sulawesi.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan konsumsi dan sekaligus menstabilkan harga elpiji tiga kg di tingkat pengecer.
Selain itu, Pertamina juga terus berkordinasi dengan pemda dan aparat setempat dalam mengawasi distribusi elpiji tiga kg agar dapat tepat sasaran dalam pengunaannya.
Ia mengimbau agar masyarakat membeli elpiji tiga kg di pangkalan ataupun SPBU, karena stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat.
“Untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer, tidak dapat dikontrol Pertamina, karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina,” kata dia.
