Pesta Kesenian Bali 2017 Akan Tampilkan Tradisi Unik

0
075317400_1494562153-Pesta_Kesenian_Bali

Apakah anda sudah menyiapkan liburan bersama anak saat liburan sekolah, tidak perlu pusing-pusing cukup datang  ke Bali. Saat libur sekolah nanti,  Bali akan menggelar event akbar yang diberi nama Pesta Kesenian Bali atau PKB. Event ini akan digelar pada tanggal 10 Juni hingga 8 Juli 2017 di Taman Budaya Bali, Art Center Provinsi Bali. Bahkan event pariwisata terbesar di Bali ini sudah menjadi bidikan para wisatawan mancanegara (wisman)

”Ini event yang selalu bertepatan dengan liburan anak sekolah di Indonesia. Agenda ini juga sudah dihafal betul oleh wisatawan mancanegara, jadi PKB ini akan dinikmati oleh semuanya. Kami akan mempersiapkan kejutan bagi anda yang datang ke Bali, karena PKB akan tampil beda,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Agung Yuniartha.

Selama digelar pertama kali PKB tidak pernah putus setiap tahunnya. Tahun ini merupakan ke 39 kalinya  PKB digelar dan menjadi momen penting untuk memperkenalkan berbagai kesenian Bali yang adiluhung, sekaligus mempertahankan Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia.

Menurut Agung,  tahun ini ada perbedaan yang akan ditampilkan dibandingkan pagelaran PKB tahun-tahun sebelumnya . Masing-masing kabupaten/kota yang ada di Bali diwajibkan menampilkan tradisi atau atraksi yang uni dan menarik.  Hal ini penting dilakukan agar ada daya tarik wisman untuk berkunjung ke Bali, sehingga para wisman  secara umum tahu kekayaan masing-masing kabupaten kota.

Penampilan tradisi oleh kabupaten/kota sebenarnya sudah rutin tiap PKB. Namun  dinilai masih perlu perbaikan. “Tahun ini lebih dipertajam lagi tradisi yang akan dipentaskan pawai, lebih banyak budayanya dan lebih beragam,” kata Agung

Yang tak kalah penting tradisi tersebut  tidak ada di kabupaten lain. Misalnya, di Karangasem. Tepatnya di Desa Timbrah ada ngusaba yang mempersembahkan babi guling dalam jumlah banyak. Ritual ini merupakan satu-satunya di Bali.

“Saya yakin masing kabupaten punya tradisi yang jarang dipentaskan, sehingga banyak yang tidak tahu, ini akan muncul sekarang, nanti kami siapkan tim juga untuk mendatanya,” tandasnya.

Agung mengakui, bahwa Bali dikenal dengan tradisi yang unik dan menarik, bahkan jumlah tradisi itu tidak terhitung. Namun patut disayangkan, seiring perkembangan zaman tradisi itu menjadi tidak unik lantaran sudah sering diekspose. Masyarakat menganggapnya hal biasa, padahal tidak ada di daerah lain.

Contohnya, tradisi perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem. Tradisi ini satu-satunya di Bali, namun sudah diketahui masyarakat umum. Tradisi semacam itu, diupayakan tidak dipentaskan saat pawai.

Untuk memastikan tradisi yang aka ditampilkan setiap kabupaten/kota berbeda dengan kabupaten/kota lainnya, Dinas Pariwisata Bali akan mengirim tim khusus untuk mengkroscek apakah tradisi yang ditampilkan tersebut sudah dimiliki daerah lain atau belum.

”Kami akan turun, memberikan sumbangan pemikiran, jadi PKB ada inovasi baru dan ada kejutan bagi wisatawan,” kata Agung.

Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata ini juga akan diramaikan kesenian dari 9 kabupaten kota se-Bali. Tak hanya itu, beberapa daerah lain seperti Banyuwangi dan NTT juga turut meramaikan acara yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Bali adalah gate untuk wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Setidaknya 40 persen wisatawan mancanegara masuk via Bali. Bersama Jakarta dan Kepri, Bali masih menjadi pintu masuk bagi banyak wisatawan mancanegara.

“Pesta ini selalu dibuka oleh bapak Presiden di tahun-tahun sebelumnya. Ini karena begitu besarnya acara rakyat Bali ini. Acaranya beragam dan bisa membuat wisatawan semakin nyaman di Bali. Kekuatan Bali sebagai destinasi wisata adalah budaya. Kalau tidak dipertahankan, dikembangkan, dilestarikan, ini akan bahaya buat masa depan Bali,” kata Menpar Arief Yahya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *