Prabowo Perintahkan Empat Menteri untuk Selamatkan Sritex dari Ancaman PHK
Dalam menghadapi situasi krisis yang melanda PT Sri Rejeki Isman (Sritex), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan segera mengambil langkah strategis untuk memastikan perusahaan tetap beroperasi. Pernyataan ini muncul setelah Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, yang memicu kekhawatiran akan dampak besar terhadap ribuan karyawan yang berpotensi kehilangan pekerjaan.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Menteri BUMN, dan Menteri Tenaga Kerja untuk segera mengkaji beberapa opsi dan skema penyelamatan bagi Sritex,” ungkap Agus Gumiwang dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa, (29/10/2024).
Menperin menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menjaga stabilitas operasional perusahaan guna meminimalkan dampak negatif terhadap karyawan.
Langkah-langkah konkret sedang dipersiapkan, di mana empat kementerian akan merumuskan strategi penyelamatan yang tepat untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan. “Kami akan segera menyampaikan opsi dan skema penyelamatan ini setelah kami selesai merumuskan cara-cara yang tepat,” jelas Agus.
Keputusan pailit Sritex, berdasarkan hasil sidang di PN Semarang dengan perkara nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg, telah menimbulkan keresahan di kalangan karyawan. Sritex merupakan salah satu produsen tekstil terbesar di Indonesia, dan keputusan ini berpotensi mempengaruhi belasan ribu karyawan yang bergantung pada perusahaan ini untuk kehidupan mereka.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Tenaga Kerja juga telah mengeluarkan pernyataan yang meminta agar Sritex tidak terburu-buru melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. “Kami meminta kepada Sritex dan anak-anak perusahaannya untuk menunda PHK sampai ada putusan yang inkrah dari Mahkamah Agung,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri.
Indah menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan dukungan penuh untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi. “Kami berkomitmen untuk menjaga hubungan industrial yang baik, dan kami akan mendukung semua langkah yang diambil untuk menyelamatkan karyawan Sritex,” ujarnya.
Krisis yang dihadapi Sritex bukan hanya mengancam keberlangsungan perusahaan, tetapi juga menciptakan ketidakpastian di sektor industri tekstil yang lebih luas. Oleh karena itu, upaya penyelamatan yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih besar dan mempertahankan lapangan kerja di industri ini.
Pemerintah berharap melalui kolaborasi antara berbagai kementerian, berbagai opsi dapat ditemukan untuk menstabilkan Sritex dan melindungi pekerjanya. “Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita bisa menemukan solusi yang tidak hanya menyelamatkan perusahaan, tetapi juga memberikan jaminan masa depan bagi ribuan karyawan yang saat ini berada dalam keadaan tertekan,” pungkas Agus Gumiwang.
Situasi ini akan terus dipantau dengan harapan agar hasil yang positif dapat segera dicapai demi kesejahteraan semua pihak yang terlibat.
