Presiden Minta OOC 2018 Dimanfaatkan Untuk Kepentingan Nasional
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) membahas Persiapan Our Ocean Conference (OOC) 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 22 Oktober 2018. Rapat dihadiri, antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menlu Retno Marsudi, Menkominfo Rudiantara, Menteri Kesehatan Nila F. Moelok, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil.
Dalam pengantarnya, Presiden mengatakan persiapan untuk menyelenggarakan OOC 2018 terbilang mepet , karena tinggal seminggu lagi event internasional itu digelar di Bali. Namun, Presiden meyakinkan kepada semua kementerian untuk optimisi penyelenggaraan OCC 2018 dapat berjalan lancar dan sukses.
Menurut Presiden, event ini merupakan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia dalam menyelenggarakan acara yang berkelas dunia.
“Kita ingin membangun sebuah kepercayaan, membangun sebuah trust dari dunia internasional yang terus harus kita jaga, yang ini juga sekaligus membuktikan bahwa Indonesia adalah negara besar,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Persiapan Our Ocean Conference 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 22 Oktober 2018.
Presiden menginginkan agar penyelenggaraan Our Ocean Conference 2018 yang diselenggarakan di Bali pada 29-30 Oktober 2018 ini, betul-betul dimanfaatkan yang sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional kita.
Sebelumnya Menlu Retno mengatakan ,Mulai dari sampah plastik, hingga isu pengawasan laut negara-negara di dunia akan dibahas dalam rangkaian kegiatan OCC 2018 itu. Menlu Retno menjelaskan, RI telah sampai pada tahap akhir untuk persiapan OOC sebagai tuan rumah.
“Ada 6 isu dan 6 tingkat kepala negara dan setingkatnya yang datang. Per kemarin yang sudah daftar via online ada 1.696 delegasi. Oleh sebab itu Indonesia akan usulkan adanya review mechanism dan directory of lesson learned. Bagaimana kita ukur komitmen ini sampai ke tahap implementasi,”kata Menlu saat jumpa pers tentang persiapan OOC 2018 beberapa waktu lalu.
Menurut Menlu, Indonesia sebagai tuan rumah akan mengusulkan review mechanism untuk melacak (tracking) terkait isu kelautan bagi negara-negara peserta OOC.
“Bedanya untuk conference ini bukan hanya intergovermental saja tapi akan diikuti oleh multi shareholder, semua terlibat. Dan bukan hanya agreement atau MoU yang dihasilkan tapi komitmen konkret negara peserta bagaimana memajukan isu ocean. Keywordsnya adalah komitmen konkret,” ujar Menlu.
