Presiden Prabowo Akan Hapus Utang KUR Petani Aceh yang Terdampak Bencana

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani di Aceh yang terdampak bencana alam. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat kerusakan infrastruktur dan terganggunya aktivitas ekonomi.
Pengumuman itu disampaikan Presiden saat meninjau pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane pada ruas penting Bireuen–Takengon di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu, (7/11/2025). Dalam kunjungannya, Presiden memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat juga telah diantisipasi dan dalam waktu dekat akan dikirim dari berbagai wilayah.
“Pangan akan kita kirim dari tempat lain. Cadangan masih cukup banyak. Kemudian utang-utang KUR, karena ini keadaan alam, kita akan hapus dan petani tidak usah khawatir. Ini bukan kelalaian, ini force majeure,” tegas Presiden Prabowo.
Selama peninjauan, Presiden berdialog dengan personel TNI dan Polri, tim teknik Kementerian PUPR, serta para relawan yang bekerja mempercepat pemulihan akses vital tersebut. Ia mengapresiasi kerja cepat dan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah.
“Saya lihat semua bekerja dengan baik. Semua instansi bahu-membahu bersama rakyat, pemerintah daerah, polisi, tentara,” ujar Kepala Negara saat berbincang dengan warga dan petugas di lokasi.
Untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, Presiden Prabowo menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai komandan satuan tugas percepatan perbaikan jembatan. Presiden menilai kemampuan pasukan zeni dan konstruksi TNI AD dapat mempercepat proses penanganan.
“Saya tunjuk Kasad sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan untuk membantu PUPR dan pemerintah daerah. TNI AD punya banyak pasukan zeni dan konstruksi, sehingga bisa segera membantu,” ungkap Presiden.
Pemerintah menargetkan seluruh pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan memenuhi standar keselamatan, sehingga masyarakat Aceh dapat kembali beraktivitas secara aman dan normal secepat mungkin.
