Program SCENE Kementerian Ekraf Cetak Talenta Penulis Skenario Siap Terjun ke Ekosistem Industri

Program Masterclass Pengembangan Audiovisual Naskah Serial (SCENE) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memamerkan pencapaian lima tahunnya dengan menampilkan enam talenta penulis skenario terbaik dalam partisipasi pertamanya di JAFF Market 2025 di Yogyakarta. Kehadiran program inisiatif Direktorat Televisi dan Radio, Deputi Bidang Kreativitas Media ini menjadi jembatan strategis bagi alumni yang sudah siap produksi untuk bertemu langsung dengan ekosistem industri.
Belum lama ini, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya melakukan visitasi ke booth SCENE sekaligus berdialog langsung dengan enam peserta terpilih. Menteri Ekraf menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi SCENE sebagai program inkubasi talenta yang berkelanjutan dan berharap program ini dapat terus berlanjut sekaligus menjadi motor penggerak kreativitas nasional yang siap bersaing di pasar global.
“Peserta harus melihat diri sebagai pemilik IP bernilai ekonomi, bukan sekadar penulis naskah. SCENE 2025 menjadi ajang akselerasi, sehingga peserta harus siap pitching dengan standar industri global di JAFF Market. Industri film Indonesia memasuki golden era dengan market share lokal menembus 60% dan penonton stabil di atas 60 juta per tahun. Masa depan milik kreator yang menguasai cerita kuat, teknologi produksi, dan strategi pemasaran digital,” ungkap Menteri Ekraf.
Berjalan sejak 2020, program ini menghadirkan mentor dan praktisi terkemuka dari industri layar untuk melahirkan penulis-penulis baru dengan standar industri dan untuk pertama kalinya menghadirkan showcase eksklusif dalam ajang pasar film terbesar di Indonesia, JAFF Market 2025, yang berlangsung di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Partisipasi perdana SCENE di JAFF Market ini menjadi momentum yang merangkum perjalanan program dari tahun 2020 hingga 2025. Booth SCENE menampilkan transformasi kurikulum, proses kreatif, hingga output karya peserta yang telah digembleng sejak lima tahun terakhir.
Pada hari terakhir, 1 Desember 2025, Wamen Ekraf, Irene Umar juga melakukan visitasi dan menyatakan antusias dengan karya-karya yang dihasilkan fresh dan relatable dengan masyarakat. Beliau berharap karya-karya ini dapat menembus industri dan diproduksi.
“Acara ini menunjukkan bagaimana industri kreatif dapat dikolaborasikan melalui hexahelix. Fokus pada pengembangan talenta, distribusi film, dan upskilling menjadi kunci agar ekosistem industri terus berkembang. Indonesia memiliki potensi kreatif besar. Pasar domestik harus kita menangkan, namun peluang global jauh lebih luas. Dengan kualitas dan kolaborasi yang tepat, konten kreatif Indonesia siap bersaing di tingkat internasional,” ujar Wamen Ekraf.
Kehadiran SCENE di JAFF Market 2025 bukan sekadar pameran, melainkan langkah strategis untuk mendekatkan alumni yang telah siap produksi (production-ready) dengan ekosistem industri layar yang sesungguhnya.
Sejak 2024, Kementerian Ekraf berkolaborasi dengan Wahana Edukasi (WE) sebagai mitra strategis dalam penyusunan kurikulum dan pelaksana utama program. Kolaborasi ini membawa pembaruan yang menekankan pada pembentukan kreator yang tidak hanya mahir dalam penulisan teknis, tetapi juga tajam dalam pengembangan kekayaan intelektual (IP), hingga kemampuan pitching.
Pada 2025 menjadi tahun yang spesial bagi program ini. SCENE 2025 telah mengurasi dan memilih enam peserta yang merupakan alumni terbaik dari angkatan 2020 hingga 2024.
Keenam talenta ini tidak hanya akan mengikuti berbagai sesi workshop dan networking intensif selama JAFF Market berlangsung, tetapi juga akan mempresentasikan karya mereka secara langsung.
Puncaknya, mereka akan menayangkan sizzle reel proyek mereka di hadapan para investor, produser, dan tamu industri pada acara SHOWCASCENE tanggal 9 Desember 2025. Presentasi ini diharapkan menjadi gerbang pembuka bagi terealisasinya skenario-skenario terbaik anak bangsa ke stasiun TV maupun platform streaming (OTT).
