Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Produksi dan Distribusi Pangan
Petani menanam benih padi dengan mesin penanam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (25/12/2023). Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani untuk melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern untuk meningkatkan produksi pertanian. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc.
Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program strategis cetak sawah yang kini tengah digarap di sejumlah wilayah prioritas. Pada Rabu (30/7/2025), Presiden bersama para menteri Kabinet Merah Putih membahas secara mendalam perkembangan program tersebut serta mengevaluasi kondisi terkini ketersediaan pangan nasional di Istana Kepresidenan Jakarta.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa Presiden secara khusus menyoroti kemajuan program cetak sawah yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam sektor pertanian. Amran melaporkan bahwa proses pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana dan telah dimulai di beberapa provinsi, termasuk Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
“Beliau menanyakan langsung bagaimana progres cetak sawah. Saya sampaikan bahwa program ini berjalan dengan baik, terutama di wilayah-wilayah strategis yang telah ditetapkan. Insyaallah bisa kita selesaikan tepat waktu,” ungkap Amran kepada media usai pertemuan.
Program cetak sawah ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap impor serta menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut Amran, optimisme penyelesaian program ini tidak lepas dari dukungan lintas sektor dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain membahas cetak sawah, pertemuan juga menyoroti aspek penting lainnya, yakni kondisi produksi pangan dan ketersediaan stok nasional. Amran memastikan bahwa secara umum ketahanan pangan Indonesia berada dalam kondisi yang stabil dan aman. “Produksi dalam negeri berjalan baik, dan stok nasional mencukupi kebutuhan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Amran, juga terus mengintensifkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras, serta menjamin keterjangkauan bagi masyarakat lapisan bawah. Salah satu langkah konkret yang telah ditempuh adalah penyediaan beras bersubsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan jumlah mencapai 1,3 juta ton.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 360 ribu ton, sehingga total intervensi yang digelontorkan dalam bentuk beras mencapai 1,5 juta ton.
“Kami terus lakukan operasi pasar besar-besaran agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Saat ini stok beras nasional mencapai 4,2 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat,” tutur Amran.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi komprehensif pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, yang mencakup aspek produksi, distribusi, dan intervensi harga. Presiden Prabowo dipastikan akan terus memantau progres program strategis pangan ini, seiring dengan tekad pemerintah mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
