Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Papua Kunci Pemerataan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa percepatan pembangunan Papua merupakan bagian penting dari agenda besar pemerataan pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Papua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (126/12/2025).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo terlebih dahulu mengajak seluruh peserta untuk memperkuat solidaritas nasional, terutama di tengah musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menurut Presiden, empati dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di saat menghadapi ujian.
Presiden menekankan bahwa berbagai cobaan tidak boleh menjadi alasan terhentinya pembangunan dan transformasi nasional. Sebaliknya, tantangan justru harus dijadikan momentum untuk bekerja lebih keras dan lebih disiplin demi masa depan bangsa.
“Di tengah cobaan, di tengah rintangan, di tengah hambatan, kita harus lebih keras lagi bekerja, lebih kuat usaha kita untuk meneruskan proses transformasi bangsa kita,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa transformasi Indonesia harus menjangkau seluruh wilayah secara adil dan merata, tanpa membedakan daerah maju maupun tertinggal. Presiden menilai bahwa keberhasilan Indonesia sebagai negara modern sangat ditentukan oleh kemampuannya menghapus kemiskinan dan ketimpangan pembangunan.
“Kita tidak bisa menerima kenyataan bahwa masih ada rakyat kita yang hidup dalam keadaan kesulitan, kekurangan, apalagi kelaparan,” tegas Presiden.
Dalam konteks tersebut, Papua mendapat perhatian khusus sebagai wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua agar berbagai program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Presiden juga menyoroti posisi Indonesia yang kini diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Namun, menurut Presiden, capaian tersebut harus dibarengi dengan tata kelola pemerintahan yang bersih serta distribusi hasil pembangunan yang adil bagi seluruh rakyat.
Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran pimpinan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengelola kekayaan negara dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Kekayaan nasional, menurut Presiden, harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
Dalam arahannya, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus melakukan pembenahan internal, terutama dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Presiden menilai praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan merupakan penghambat utama pembangunan serta sumber penderitaan rakyat.
“Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan kekuasaan, mencari keuntungan pribadi, mencari kelompok dari kekayaan negara, membiarkan kekayaan negara dicuri, diselundupkan, ini di ujungnya adalah akan memperberat kehidupan rakyat kita semua,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pejabat publik yang tidak menjalankan amanah dengan baik. Jabatan, menurut Presiden, bukanlah sarana untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan bentuk pengabdian kepada negara dan rakyat.
“Siapa yang tidak bisa setia menjalankan tugas rakyat, kita persilahkan untuk berhenti dari jabatan-jabatan pengabdian kepada negara dan rakyat,” pungkas Presiden Prabowo.
Melalui pengarahan tersebut, Presiden berharap seluruh pemangku kepentingan di Papua dapat bekerja lebih solid, berintegritas, dan berorientasi pada hasil nyata, sehingga percepatan pembangunan Papua dapat benar-benar terwujud sebagai bagian dari kemajuan Indonesia secara keseluruhan.
