PSMTI Melalui Departemen Usaha dan Industri Kreatif Kembali Selenggarakan Seminar Online

0
Untitled

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kembali menyelenggarakan Seminar Online Nasional dan kali ini, tema yang diangkat adalah  ‘Kebangkitan Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi Covid-19 Melalui Pengembangan Pariwisata dan Budaya Nusantara’ pada Sabtu (05/03/2022).  

Seminar yang ditayangkan langsung oleh EL JOHN TV ini,  digagas oleh Wakil Ketua Umum PSMTI  Departemen Usaha dan Industri Kreatif Ir. Dedy Rochimat, M.M  berkolaborasi dengan Departemen Pariwisata beserta  Departemen Seni dan  Budaya. Seminar ini, dimoderatori oleh Rektor Universitas Tarumanagara Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, S.T., M.T. –

Untuk host yang memandu seminar ini adalah Bagas Soripada (Putra Kopi Indonesia 2019) dan Tisya Laura Dewi (Putri Pariwisata Indonesia 2021).

Seminar dibuka oleh Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya. Dalam sambutannya,  Ketua Umum mengapresiasi gagasan Departemen Usaha dan Industri Kreatif yang tidak pernah putus dalam menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota PSMTI maupun masyarakat umum.

“Semoga seminar nasional yang luar biasa ini,  dapat membantu  kebangkitan ekonomi kreatif melalui pengembangan pariwisata dan budaya,  yang diadakan oleh Departemen usaha dan industri kreatif bersinergi dengan Departemen seni budaya dan Departemen pariwisata,” ujar David.

Pada kesempatan ini, David juga mengajak anggota PSMTI untuk tidak berhenti dalam berkarya meski pandemi masih terjadi

“Kita harus tetap  waspada tidak lengah dan berjaga-jaga serta  kita terus melaksanakan protokol kesehatan. Dengan kondisi sehat, maka kita dapat tetap aktif dalam menjalankan Peran kita masing-masing dan membantu kebangkitan ekonomi,” ujar David.

Wakil Ketua Umum PSMTI  Departemen Usaha dan Industri Kreatif Ir. Dedy Rochimat, M.M mengatakan   seminar online Ini, merupakan rangkaian terakhir kepengurusan psmti pusat khususnya Departemen usaha dan industri ekonomi kreatif periode 2017-2021 berkolaborasi dengan Departemen pariwisata dan Departemen seni dan budaya.

“Kami berharap melalui seminar dan diskusi pada hari ini kita dapat memperoleh berbagai informasi wawasan dan solusi terhadap permasalahan yang kita hadapi dan melihat peluang yang ada sekaligus berperan aktif untuk mewujudkan kesejahteraan nasional,” ungkap CEO & Founder Vivere Group ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSMTI Departemen Pariwisata Dr. Martinus Johnnie Sugiarto, M.M mengajak anggota PSMTI untuk berwisata di Indonesia saja. Tahun ini, menjadi era kebangkita pariwisata, karena diproyeksikan kunjungan wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri akan terus meningkat dan kondisi tersebut dapat membantu UKM tanah air

“Dari berbagai sumber yang saya dapatkan bahwa Tahun 2022 ini ada kemungkinan 500 juta  perjalanan wisatawan nusantara di negeri sendiri  akan terjadi antara Maret sampai Desember 2002. Dapat dibayangkan apabila hal itu terjadi, berapa banyak  uang yang  berputar, berapa banyak kuliner yang  akan terserap, berapa banyak UKM yang  akan terserap dan  berapa banyak kamar hotel yang akan terpakai di seluruh Indonesia,” ungkap CEO EL JOHN Media ini.

Dalam seminar ini,  Departemen Usaha dan Industri Kreatif PSMTI mengundang  Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Korea (Korea Selatan) Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk menjadi keynote speaker. Dalam materinya, Gandi mendorong anggota PSMTI yang notabennya para pengusaha untuk memperluas bisnisnya ke Korea Selatan.

Gandi menegaskan, pihaknya siap membantu dan memfasilitasi pelaku usaha di Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke Korea Selatan. Menurut Gandi  Korea Selatan adalah pasar yang menguntungkan bagi pelaku usaha tanah air  dan sudah banyak diaspora Indonesia yang sukses di negeri gingseng tersebut.

“Kami mengundang kepada Bapak Ibu sekalian yang hadir di sini. Kami tahu sebagian besar anggota PSMTI adalah para pengusaha, jadi tidak salah untuk mencoba   masuk ke pasar Korea,  yang pasarnya juga lumayan unik dan  budayanya tidak jauh berbeda dengan budaya di Indonesia,” kata Gandi.

Pembicara yang tampil dalam seminar ini di antaranya adalah Penasehat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kemaritiman dan Investasi Jona Widhagdo Putri, B.A., M.A. Kepada peserta seminar, Jona mengatakan Pemerintah  mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan  Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memperbesar tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Hal ini penting agar produk UMKM dan IKM dapat masuk ke E-Katalog yang dikembengkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP)

“Kita mau barang-barang yang dijual di Indonesia itu khusus yang masuk ke Katalog LKPP itu ada local content atau tkdn Nya sehingga nanti berbagai produk yang akan dijual Indonesia tetap kita akan mengutamakan tkdn tersebut namanya ini untuk hal sesuatu yang baik ikan dengan kebangkitan ekonomi dan ekonomi di Indonesia,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *