PT. HIN Pastikan Kesiapannya Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan
PT. Hotel Indonesia Natour (Persero) memastikan pelayanannya di masa transisi, telah mengkedepankan protokol Kesehatan. Upaya itu dilakukan agar hotel-hotel di bawah naungan PT HIN tetap terjaga di sisi kebersihan dan kenyamanannya.
Direktur utama PT. Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi said mengatakan sebelum muncul pandemi Covid-19 ini, jaringan hotel PT. HIN selalu mengutamakan CHS (Cleaning, Healthy and Safety) untuk pelayanannya. Karena itu, PT. HIN telah berpengalaman dalam menjaga kebersihan hotel.
“Jadi CHS udah pasti Cleaning, Healthy and Safety itu kan merupakan SOP dari hotel plus sekarang ini adalah protokol kesehatan nah ini kita terapkan tidak hanya kepada karyawan tetapi juga kepada vendor, siapapun yang berhubungan dengan hotel yang pastinya juga tamu,” kata Iswandi saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Aviation Forum (IAF) di studio EL JOHN TV, Neo Soho Capital lantai 40, Jalan Letjen S.Parman, Kamis (16/7/2020). Program ini ditayangkan oleh EL JOHN TV setiap Sabtu pukul 11.00 WIB..
Selain Iswandi, ada narasumber lain yakni Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati dan Pengamat Penerbangan Joseph Adrian Saul. Program ini dipandu oleh host Arista Atmajati dan Co Host Clarita Mawarni Salem.
Untuk menerapkan protokol Kesehatan, PT.HIN juga memiliki pengalaman di saat jaringan hotel PT.HIN dijadikan tempat karantina sejumlah anak buah kapal (ABK). Dari situlah PT.HIN memiliki pengalaman untuk menerapkan protokol Kesehatan di masa transisi ini.
“Alhamdulillah selama kita menangani kemarin anak buah kapal, kita kan melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mau ga mau kita harus mengikuti setiap saat atau setiap kesempatan, cek suhu lalu cuci tangan lebih sering dan terakhir jaga jarak,” terang Iswandi.
Mengacu kondisi itu, Iswandi memastikan bahwa hotel-hotel yang berada di bawah bendera PT. HIN telah siap menerapkan protokol Kesehatan dalam pelayanannya kepada para tamu hotel.
“Kembali lagi kesiapan kami dari sisi hotel adalah mau meeting silahkan namun dengan protokol Covid, dengan jaga jarak, dengan lay out yang berubah, karena mungkin dulu ballroom bisa menampung jumlah 100 orang sekarang hanya 50. Yang tadinya buffe ambil sendiri sekarang dilayani. Yang kaya gitu harus sudah kita terapkan,” ujar Iswandi.