Puspayoga: Kehadiran UKM Bantu Pengembangan Destinasi Wisata
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (kanan) meninjau salah satu stan pameran Tanggulangin Fair 2016 di lapangan Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (8/11). Tanggulangin Fair 2016 merupakan pameran produk unggulan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan sarana promosi produk Sidoarjo dalam membangkitkan UKM Tanggulangin. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/16
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga melihat daerah yang memiliki potensi destinasi pariwisata merupakan peluang yang cerah bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mengembangkan usahanya. Karena itu, Puspayoga mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk mendukung pengembangan UKM di daerah wisata.
Upaya ini dinilai mampu menumbuhkan dan mengembangkan UKM, karena UKM yang berada di destinasi wisata dapat memiliki sarana pendukung untuk memasarkan produk yang dihasilkannya. Puspayoga menilai tanpa kehadiran UKM, pariwisata akan sia-sia.
“Apalagi Sulawesi Utara yang memiliki potensi wisata terbesar kedua di Indonesia setelah Bali. Pariwisata tanpa kehadiran UKM juga akan kering,” ujar Puspayoga dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Juni 2017.
Bekas Wakil Gubernur Bali ini mengatakan kearifan budaya lokal merupakan potensi yang harus dijaga. Oleh sebab itu, agar destinasi wisata semakin banyak dikunjungi turis, semua pihak harus mampu memelihara kearifan budaya lokal. Dari situlah UKM dihadirkan sebagai jawabannya agar target jumlah wisatawan dapat tercapai.
“Hal itu bisa ditunjukkan dengan kehadiran kuliner khas daerah, handycraft, keindahan alam yang dimiliki masing-masing daerah, dan sebagainya,” ungkapnya.
Menurut Puspayoga dukungan dari pemerintah daerah juga dibutuhkan agar pemasaran UKM di wilayah destinasi wisata tepat sasaran. “Salah satunya menyangkut hak cipta produk UKM agar tidak dijiplak orang lain. Pemerintah daerah harus lebih giat menjaga menjaga hak cipta produk UKM dan hak merek bagi pelaku kuliner di daerahnya,” tuturnya.
Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS menambahkan, Kemenkop dan UKM terus mengadakan program pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUMKM. Salah satunya diselenggarakan di wilayah Sulawesi Utara. “Wilayah ini merupakan tujuan wisata unggulan yang banyak didatangi turis, terlebih wisatawan mancanegara. Pelatihan ini diikuti sekitar 500 orang dan akan difokuskan pada kewirausahaan di wilayah destinasi wisata,” ujarnya.
Prakoso menilai sudah banyak contoh bahwa UKM yang berada di destinasi wisata akan dapat bernafas panjang. Untuk mewujudkan itu semua, pihaknya akan serius untuk menjalani beberapa hal seperti kewirausahaan, sosialisasi kewirausahaan, standar kompetensi pelaku usaha (pemandu wisata/guide dan homestay), serta pelatihan perkoperasian.
“Kita melihat bahwa pusat oleh-oleh khas Sulawesi Utara masih kurang. Sedangkan jumlah turis semakin meningkat dengan banyaknya penerbangan langsung ke Manado. Dengan pelatihan ini diharapkan pusat oleh-oleh dan cinderamata khas Sulut akan lebih terkelola dengan baik,” jelas Prakoso.
Para peserta pelatihan nantikan akan diajari soal teknik kemasan produk, hingga cara memasarkan produk. Tak lupa mereka juga akan dilatih bagaimana cara mengembangkan potensi kearifan lokal, di mana Sulawesi Utara memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan.
Sedangkan terkait pelatihan perkoperasian, Prakoso berharap bahwa para individu yang sudah memiliki unit usaha itu segera membentuk atau tergabung dalam sebuah wadah koperasi. Pasalnya koperasi berperan untuk membantu kelangsungan hidup UKM
“Di koperasi, mereka bisa belajar macam-macam, diantaranya bagaimana mengelola usaha secara benar, bagaimana cara menciptakan jaringan pemasaran bagi produknya, hingga bagaimana mendapatkan permodalan bagi pengembangan usaha,” paparnya.
Prakoso menambahkan, setelah mendapat pelatihan selama tiga hari, peserta yang bagus bisa mendapatkan akses bantuan permodalan dari Kemenkop UKM lewat program Wirausaha Pemula (WP) dengan maksimal permodalan Rp10 juta melalui pengajuan e-proposal.
Sementara untuk pelaku usaha yang ingin meningkatkan usahanya atau naik kelas, bisa mengakses kredit usaha rakyat (KUR) dan dana bergulir dari LPDB-KUMKM.
“Itulah pentingnya para UKM tergabung dalam sebuah koperasi sehingga semua itu bisa dijalankan melalui koperasi termasuk pengadaan bahan baku. Sehingga nantinya pengembangan kewirausahaan di Sulawesi Utara juga bakal memiliki dampak positif bagi perekonomian pedesaan,” tandasnya.
