Putra Putri Binaan Yayasan El John Indonesia Meriahkan Galuh Ethnic Carnival dalam Perayaan Hari Jadi Ciamis ke-384

0
WhatsApp Image 2026-06-13 at 08.39.10

El John News, Jakarta – Semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 semakin terasa dengan digelarnya Galuh Ethnic Carnival, sebuah parade budaya yang menampilkan kekayaan tradisi, seni, dan identitas masyarakat Tatar Galuh. Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh putra-putri binaan Yayasan El John Indonesia, yaitu Reisya Famellia, Putri Pariwisata Nusantara Jawa Barat 2026, dan Rafhael Maulana, Putra Pariwisata Nusantara Jawa Barat 2026.

Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya daerah sekaligus promosi pariwisata berbasis kearifan lokal. Sebagai generasi muda yang aktif dalam bidang pariwisata dan budaya, Reisya dan Rafhael turut menyaksikan berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam karnaval tersebut.

Reisya Famellia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Terlebih, dirinya hadir tidak hanya sebagai Putri Pariwisata Nusantara Jawa Barat 2026, tetapi juga sebagai putri daerah asal Kabupaten Ciamis.

“Saya merasa sangat senang dan bangga dapat hadir serta menjadi bagian dari Galuh Ethnic Carnival dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Momen ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat menyaksikan secara langsung bagaimana budaya dan identitas daerah saya ditampilkan dengan begitu indah kepada masyarakat dan para tamu undangan,” ujar Reisya.

Menurut Reisya, Galuh Ethnic Carnival memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat lebih mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya yang dimiliki bangsa.

“Acara seperti Galuh Ethnic Carnival sangat penting dalam melestarikan budaya dan tradisi Indonesia. Selain menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.

Dari berbagai atraksi budaya yang ditampilkan, Reisya mengaku paling terkesan dengan penampilan Bebegig Baladewa dari Kecamatan Sukamantri. Baginya, pertunjukan tersebut tidak hanya menyuguhkan visual yang menarik, tetapi juga merepresentasikan nilai sejarah dan identitas masyarakat Ciamis yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Rafhael Maulana menilai bahwa budaya lokal merupakan salah satu kekuatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Menurutnya, keunikan tradisi, seni, kuliner, hingga nilai-nilai kearifan lokal menjadi daya tarik yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Budaya lokal merupakan salah satu aset terbesar pariwisata Indonesia. Jika dikemas dengan baik dan dipromosikan secara luas, budaya daerah dapat menjadi magnet wisata yang memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia internasional,” ungkap Rafhael.

Sebagai putra-putri binaan Yayasan El John Indonesia, Reisya dan Rafhael berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan edukasi, sosial, dan pemanfaatan media digital. Mereka percaya bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya bangsa.

Melalui momentum Galuh Ethnic Carnival, keduanya juga mengajak generasi muda untuk lebih mencintai budaya daerahnya masing-masing. Mereka menegaskan bahwa budaya bukanlah sesuatu yang kuno, melainkan identitas yang menjadi kebanggaan bangsa di mata dunia.

“Jangan pernah malu untuk mengenal dan mencintai budaya daerah sendiri. Budaya adalah identitas yang membuat kita unik. Mari lestarikan budaya melalui tindakan sederhana, seperti mempelajari seni tradisional, menggunakan produk lokal, dan mendukung berbagai kegiatan budaya di daerah masing-masing,” pesan mereka.

Partisipasi Reisya Famellia dan Rafhael Maulana dalam Galuh Ethnic Carnival menjadi bukti bahwa generasi muda dapat berperan aktif sebagai duta budaya dan pariwisata. Melalui keterlibatan mereka, diharapkan semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *