Economic

Rakerpro P3MD, Fokus Digitalisasi dan Keuangan Desa yang Sehat

Sehari menjelang Rapat Kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat sudah menyiapkan materi yang akan fokus peserta Rakerda.

Rakerpro P3MD rencananya akan digelar Pemdaprov Jabar di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari Nomor 73, Kota Bandung, Rabu (15/5/19).

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Dedi Supandi, hal yang akan banyak dibicarakan dalam raker adalah strategi Pemdaprov Jabar dalam berinovasi dan berkolaborasi untuk mewujudkan kemajuan di desa.

Dia menjelaskan, ada delapan pokok permasalahan desa di antaranya adalah kemiskinan. Menurutnya, desa sangat tertinggal dan indeks desa membangun yang masih rendah. Untuk mengatasinya, Pemdaprov menyiapkan tiga pilar pembangunan desa yang akan dilakukan lima tahun ke depan.

Pertama adalah digitalisasi layanan desa. “Seperti Desa Digital, Wifi Gratis, E-samsat dan Patriot Desa,” ujar Dedi Supandi ketika dikonfirmasi, Selasa (14/5/19).

Pilar kedua, One Village One Company (OVOC), yakni mewujudkan satu desa satu BUMDes. “Setelah sudah dibentuk BUMDes di tiap-tiap desa, nanti ke depan kita buat BUMDes holding,” imbuhnya.

Sementara, pilar ketiga adalah gerakan membangun desa, seperti program Sapa Warga, Posyandu Juara, Satu RW Satu HP, serta program yang mengarah menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. “Ada juga program Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) yang waktu dekat kita juga akan diluncurkan,” sebut Dedi.

Selain Maskara, besok (Rabu/15/5/19) di Sabuga Bandung sebanyak 2.670 CEO BUMDes se-Jawa Barat juga akan dikukuhkan Gubernur Ridwan Kamil. “CEO BUMDes dibutuhkan untuk mengubah dan mengelola BUMDes, sehingg ada beberapa orang dari tiap desa yang akan menjadi center exellence,” terangnya.

Menurut Dedi, CEO BUMDes juga dituntut menggali potensi desa, karena akar permasalahan yang ada di desa bukanlah kemiskinan. Tapi, potensi desa yang dijauhkan dari masyarakat, sehingga berdampak pada kemiskinan warganya. “Program ini sangat didukung oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. Makanya, ini menjadi pilot project nasional,” katanya.

Dedi berharap berbagai program yang sudah dan akan berjalan dapat berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. “Mudah-mudahan, Jabar Juara Lahir Batin dengan desa juara dapat terwujud,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close