Headline NewsTransportation

Satgas: Tes PCR Transportasi Udara Untuk Meminimalisir Risiko Penularan

Satgas Penanganan COVID-19 meluruskan pro dan kontra penerapan tes PCR untuk penumpang pesawat tujuan Jawa-Bali. Penerapan tes ini merupakan bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas yang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan Pemerintah akan terus mengawasi penggunaan tes PCR ini bagi calon penumpang pesawat dan akan dilakukan evaluasi kebijakan. Tidak menutup kemungkinan, Pemerintah akan mengambil kebijakan yang baru untuk menyesuaikan hasil evaluasi di lapangan.

Prof. Wiku menegaskan, tes PCR lebih efektif untuk dalam mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang lebih meluas.

“Pengguna RT-PCR sebagai metode testing yang lebih sensitif dapat mendeteksi orang terinfeksi lebih baik daripada metode testing rapid antigen. Sehingga potensi orang terinfeksi untuk lolos dapat dicegah. Sehingga mencegah orang tersebut menulari orang lain dalam suatu tempat dengan kapasitas padat,” Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers belum lama ini.Terkait penentuan leveling kabupaten/kota, pendataan hasil leveling per kabupaten/kota telah diinput dengan berbagai metode. Baik yang konvensional maupun digital yang disesuaikan dengan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing daerah.

Data yang terkumpul untuk perhitungan indikator laju penularan maupun respon kesehatan ini diakumulasi dari data yang dikumpulkan dari sistem NAR (new all record) serta verifikasi dari setiap Dinas Kesehatan yang langsung melaporkan ke bagian Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) di Kementerian Kesehatan.

“Dan hasil level PPKM per kabupaten kota secara nasional dapat dipantau oleh publik pergerakannya di https://vaksin.kemkes.go.id di bagian situasi COVID-19,” tambah Wiku.

Ilustrasi

Disamping itu, terkait pencapaian herd immunity masyarakat, pertimbangan strategi kebijakan didasarkan pada fakta dan data yang ada dilapangan. Serta berpijak pada hasil monitoring dan evaluasi kebijakan yang telah diterapkan sebelumnya.

Selain itu, menurutnya pemerintah sedang melakukan serosurvei untuk mengetahui kadar antibodi yang terbentuk di masyarakat. Baik akibat vaksinasi atau pasca tertular. Hasil analisis data PeduliLindungi juga digunakan untuk mengetahui efektivitas skrining kesehatan yang digunakan di berbagai fasilitas publik.

Ilustrasi

“Kedua hasil ini dapat menjadi dasar penentuan strategi pengendalian ke depan khususnya pada periode kritis yaitu libur Natal dan Tahun Baru,” tegas Wiku. (Sumber Satgas Penanganan COVID-19 dan PEN)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close