Sentuh 9.000 Lalu Melemah, IHSG Uji Kekuatan Pasar

0
unnamed

Ilustrasi pergerakan indeks harga saham gabungan (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertahan oleh resistansi kuat di level psikologis 9.000. Meski sempat menembus angka tersebut pada pembukaan perdagangan Rabu pagi (14/1/2026), tekanan jual yang masif kembali menyeret indeks ke kisaran 8.900-an.

Hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat di posisi 8.986,93 atau menguat 0,43% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Aktivitas perdagangan tergolong aktif dengan 336 saham menguat, 236 saham melemah, dan 386 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi telah mencapai Rp 5,42 triliun dengan volume 9,24 miliar saham dalam lebih dari 562 ribu transaksi. Kapitalisasi pasar bertahan di kisaran Rp 16.300 triliun.

Minat investor pagi ini tertuju pada saham sektor tambang. Saham Bumi Resources (BUMI) dan Aneka Tambang (ANTM) menjadi dua emiten paling ramai diperdagangkan. Total transaksi BUMI mencapai Rp 1,39 triliun, sementara ANTM mencatatkan Rp 1,07 triliun. Sejalan dengan derasnya aksi beli, BUMI menguat 3,45% ke level 420, sedangkan ANTM melonjak 5,67% ke posisi 4.100.

Dari regional Asia, pergerakan bursa cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang kembali mencetak rekor baru setelah menembus level 54.000, didorong sentimen politik domestik jelang pemilu. Indeks Topix turut melanjutkan tren penguatan ke level tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar global. Presiden AS Donald Trump menyebut Iran menunjukkan sinyal awal untuk bernegosiasi, meski Washington tetap menyiapkan opsi respons militer.

Di dalam negeri, pemerintah mulai menyiapkan stimulus ekonomi menjelang mudik Lebaran 2026. Diskon tarif transportasi massal seperti pesawat dan kereta api tengah digodok untuk menjaga daya beli dan mendorong perputaran ekonomi di daerah, khususnya pada kuartal kedua tahun depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *