Siapa Friderica Widyasari Dewi? Ini Profil Lengkap Komisioner Baru OJK
Friderica Widyasari Dewi sedang menyampaikan sambutan di acara Training of Trainers (ToT) Program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) (Foto: Instagram Friderica Widyasari)
El John News, Jakarta-Di tengah gejolak pasar keuangan dan mundurnya sejumlah pejabat puncak, Otoritas Jasa Keuangan akhirnya menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai anggota Dewan Komisioner pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK.
Penunjukan ini dilakukan tak lama setelah Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara melepas jabatannya secara bersamaan, sebuah langkah yang menandai fase krusial dalam perjalanan otoritas pengawas sektor keuangan tersebut.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyampaikan bahwa penunjukan komisioner pengganti dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK.
“Penunjukan ini merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi agar tetap mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara optimal”
Pengalamannya yang panjang di pasar modal dan industri jasa keuangan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut.
Kiki, sapaan akrab Friderica, bukan sosok baru di lingkungan OJK. Sebelumnya, ia memegang peran penting sebagai Kepala Eksekutif yang membawahi pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan serta perlindungan konsumen.
Friderica Widyasari Dewi lahir di Cepu pada 28 November 1975. Karier profesionalnya dimulai di Bursa Efek Indonesia (BEI), tempat ia mengabdi lebih dari satu dekade sejak 2005. Selama di BEI, Kiki sempat menduduki posisi strategis sebagai Direktur Pengembangan Pasar pada periode 2009–2015.
Dari sisi akademik, Kiki merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001. Ia kemudian melanjutkan studi ke California State University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Business Administration pada 2004. Gelar doktor ia peroleh dari UGM pada 2019 dengan fokus studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan.
Selepas dari BEI, kariernya berlanjut di lembaga self-regulatory organization (SRO). Ia sempat menjabat Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016, sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019.
Pada 2020 hingga 2022, Kiki kembali dipercaya memimpin industri pasar modal sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas. Ia juga mengantongi sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI) serta Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan OJK pada 2019.
Selain Friderica, OJK juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai anggota Dewan Komisioner pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Sebelumnya, Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
OJK menegaskan, seluruh pejabat pengganti mulai efektif menjalankan tugas per 31 Januari 2026. Ke depan, OJK akan melakukan penajaman terhadap kebijakan, program kerja, serta agenda strategis untuk merespons berbagai tantangan di sektor keuangan.
Di saat yang sama, OJK memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat pelindungan konsumen.
