Tak Lama Dilantik, Sejumlah Menteri ‘Tancap Gas’ Gelar Rakor Pariwisata
Amanat Presiden Jokowi agar para Menteri untuk kerja keras, cepat dan produktif langsung dijalani para pembantunya itu. Seakan tak kenal kata libur, pada Sabtu siang (26/10/2019), sejumlah Menteri gelar rapat koordinasi, padahal para menteri Kabinet Indonesia Maju ini, baru saja dilantik pada Rabu (23/10/2019).
Rapat koordinasi membahas soal Destinasi Pariwisata Prioritas, di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta. Rapat dihadiri yaitu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Tidak hanya sang menteri, dua wakil menteri yaitu Wamen BUMN Kartiko Wiryoatmojo dan Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo juga langsung dilibatkan.
Rapat digelar tertutup, namun setelah itu,menteri menyampaikan keterangan kepada media soal hasil rapat.
Pembenahan sektor pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu program pemerintahan Joko Widodo. Pasalnya, sektor ini telah menjadi yang terbesar menyumbang devisa negara. Karena itu dibutuhkan koordinasi yang baik antar kementerian terkait.
Pada 2019 pariwisata ditargetkan meraup devisa sebesar 20 miliar dolar AS, naik dari tahun sebelumnya sebesar 17 miliar dolar AS.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan daya tarik pariwisata harus dikelola lebih kreatif agar semakin diminati wisatawan. Selain promosi dan infrastruktur, dibutuhkan kemampuan lebih kreatif untuk mengelola daya tarik wisata.
“Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam mengelola produk ekonomi kreatif seperti film dan musik, tetapi juga pada pariwisata khususnya bagaimana membuat destinasi pariwisata memiliki daya tarik yang luar biasa,” ujarnya.
