Tarik Wisatawan, Pemkab Karimun Akan Gelar Festival Barongsai
Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, memilih Barongsai sebagai media untuk meningkatkan kunjungan wisawatan domestik maupun mancanegara ke kabupaten Karimun. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Karimum akan menggelar Festival Barongsai Internasional pada tanggal 24-25 Maret mendatang.
“Festival ini akan digelar pada 24-25 Maret. Untuk tahap awal diikuti tiga negara yaitu Singapura, Indonesia, dan Malaysia. Sudah ada 10 tim dari Indonesia dan Singapura yang mendaftar,” kata Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun Bennyyudishitira . Benny mengaakan Festival Barongsai Internasional ini merupakan agenda kepariwisataan yang diharapkan dapat mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di daerah setempat.
Barongsai merupakan tarian singa khas Tionghoa, yang sering digunakan untuk sebuah event promosi, salah satunya promosi tentang pariwisata. Memiliki aktraksi yang hebat bahkan mengundang bahaya, menjadikan pergelaran Barongsai enak untuk ditonton. Untuk Festival Barongsai ini, Panitia masih membuka pendaftaran baik untuk tim kesenian barongsai dari dalam negeri, dan Malaysia yang dijadwalkan turut meramaikan acara tersebut.
“Kalau memang belum pasti dari Malaysia, dengan 10 tim ini saja sebenarnya sudah bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Tidak hanya pertunjukan Barongsai saja, namun dalam Festival Barongsai Internasional ini, juga akan menggelar Festival Reog sebagai bonus tambahan dalam memanjakan wisatawan yang berlibur sambil menikmati kesenian tradisional di Karimun.
Untuk Festival Reog, kata dia, Singapura juga sudah memastikan akan mengirimkan timnya untuk ambil bagian dalam kesenian khas Jawa itu.
Dia optimistis festival kebudayaan itu akan menjadi agenda tahunan karena memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama dari Singapura dan Malaysia.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun Syuryaminsyah menjelaskan, Festival Barongsai Internasional yang baru perdana digelar juga didukung oleh Kementerian Pariwisata, sebagai salah satu agenda kepariwisataan di Karimun.
“Selama ini, atraksi Barongsai selalu dimainkan setiap perayaan Tahun Baru Imlek, dan kali ini kita kemas dalam sebuah festival yang menarik. Tim Barongsai dari Karimun dan daerah lain, termasuk dari negara jiran kita harapkan menampilkan kemahirannya dalam memainkan kesenian barongsai,” kata Syuryaminsyah.
